MATARAM - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dipersilahkan untuk membeli tiga persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US $ 109 juta apabila mampu membayarnya tanpa melibatkan konsorsium yang sudah dibentuk oleh Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB). Kalau tidak, Pemprop NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama mitranya PT Bumi Resources Tbk yang akan mengambil alih sebelum batas akhir divestasi jatah tahun 2006 tersebut, 8 Mei terlewati.
Rencananya, seperti dikatakan oleh Kepala Biro Ekonomi Pemprop NTB Zaini AR, PT NNT dijadwalkan bertemu Gubernur NTB Lalu Serinata, Senin (23/4). ”Tidak masalah KSB akan mengambil seluruhanya divestasi saham tahap pertama ini. Mana yang duluan,” ujar Zaini, di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan NTB, Kamis (19/4).
Perolehan saham PT NNT tersebut dinilai penting untuk perolehan dana dari tambang tersebut. Sebab, selama ini hanya memperoleh royalty yang nilai setorannya setahun terakhir 2006 kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp144,5 miliar. Kemudian dibagi jatahnya untuk pemerintah pusat, Pemprop NTB, KSB, dan delapan kabupaten-kota sekitarnya di NTB.
Nilai saham PT NNT yang disepakati pemerintah Indonesia sebesar US $ 3,6 miliar. Dikatakan bahwa divestasi saham tiga persen itu harus diambil alih agar tidak lepas dari pemerintah daerah. Apabil KSB tidak mampu membayar sendiri, konsorsium akan membayar dan memberikan kesempatan KSB ikut serta. ”Tidak problem. Sebab masih ada lagi divestasi 28 persen,” kata Zaini.
Sebelumnya, ditegaskan oleh Asisten II Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik bahwa PT Bumi Resources Tbk akan membayar sendiri semua pembiayaan divestasi tersebut. Jatah kepemilikan saham konsorsium adalah 85 persen untuk Bumi Resources dan 15 persen diberikan untuk pemerintah daerah. Bupati Sumbawa Jamaludin Malik pun menegaskan bahwa pemerintah daerah sendiri tidak memiliki dana untuk membayar saham PT NNT itu.
Sebelumnya Bupati KSB Zulkifili Muhadli dan Ketua DPRD KSB Manimbang Kahariady menegaskan tiga persen saham PT NNT itu menjadi hak dari KSB selaku pemilik lokasi lahan tambang Batu Hijau. Investasi PT NNT senilai US $ 1,8 miliar. Di sana terdapat kandungan tembaga porfiri dan sedikit kandungan emas dan perak. Pada akhir tahun 2004, tercatat cadangan tembaga sebesar 6,3 miliar pound dan cadangan emas 7,2 juta ounce. Perkiraan cadangan tambang yang mulai operasional tahun 2000 tersebut, yang secara ekonomis layak ditambang. Diperkirakan cadangan mineral akan habis dalam waktu 20 tahun. Setiap harinya penambangan batuan mencapai 600.000 ton.
Sebagaimana ditentukan dalam kontrak karya, PT NNT harus melakukan pengalihan saham hingga 51 persen ditangan pengusaha nasional. Sebelumnya, mitra nasional adalah PT Pukuafu Indah milik Yusuf Merukh yang sudah mendapatakan 20 persen sahamnya. Divestasi yang masih harus dilakukan jatah 2007-2010 masing-masing tujuh persen.(supriyantho khafid)


