Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 4 April 2007 • EKONOMI

MATARAM - Pengusaha ternak potong Nusa Tenggara Barat (NTB) masih kesulitan menjual komoditinya ke Jakarta. Masalahnya, kalah bersaing dengan sapi impor asal Australia. Ekspor pun ditutup oleh Pemerintah hingga Tahun 2010 dengan dalih untuk menyukupi kebutuhan dalam negeri.

Keluhan kalah bersaing harga dengan sapi impor di Jakarta dan adanya larangan ekspor tersebut dikemukakan oleh Haji Fathullah - Direktur CV Himmah - salah seorang pengusaha ternak di Mataram Mereka hanya bisa menjual sapi potong ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan saja. ”Kami belum pernah dapat pembeli dari Jakarta. Ekspor pun ditutup setelah 2003,” ujarnya, ketika dihubungi di rumahnya.

Haji Fathullah mengemukakannya mengomentari besarnya potensi pengembangan peternakan di NTB yang dikemukakan oleh Gubernur NTB Lalu Serinata. Setahun lalu, NTB mengeluarkan sapi bibit sebanyak 9.708 ekor memenuhi kebutuhan Kalimantan Barat, Maluku dan Papua. Sedangkan sapi potong sebanyak 32.267 ekor. Sebelumnya, ekspor CV Himmah untuk melayani kebutuhan Malaysia hingga 6.000 ekor.

Serinata sewaktu berbicara pada rapat kordinasi pembangunan peternakan, pekan lalu, menyebutkan bahwa sebenarnya NTB menjadi rujukan daerah lain. Namun, para peternak masih konvensional dan kecenderungan menganggap beternak hanya sebagai kegiatan sampingan semata selain terbatasnya modal, teknologi dan sumber daya manusia.

Pemerintah pusat dan NTB telah melakukan pemberdayaan kelompok peternak di NTB selama empat tahun terakhir memberikan bantuan langsung kepada 73 kelompok peternak senilai Rp15,5 miliar. Bantuan tersebut untuk mengembangkan komoditi sapi, kerbau, kambing dan unggas. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang penghasilannya kecil dan benar-benar mau beternak secara baik.

Sedangkan pengembangan ternak besarĀ  dilaksanakan melalu sentra-sentra pembibitan yang ada di masyarakat atau disebut pula Pusat Pembibitan Pedesaan. Pola sentra ini untuk memudahkan pembinaan dan pemantauan aparat baik dari segi produksi, kesehatan dan pembinaan teknis lainnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge