MATARAM - Selasa (20/3) siang di kota Sumbawa Besar, 100an orang asal Ropang Sumbawa mendatangi Bupati Sumbawa Jamaluddin Malik . Mereka mengatas namakan Aliansi LSM Pro Investasi Tana Samawa meminta segera mengatasi pengangguran. Caranya, memberikan rasa aman agar ekplorasi tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di lokasi Dodo dan Rinti bisa dilanjutkan kembali.
Mereka yang terdiri dari kalangan LSM, ex pekerja eksplorasi Dodo-Rinti, dan masyarakat dipimpin oleh tiga aktivisnya Imanudin Opet Bujik dari Forum Kota Sumbawa, Topan dan Uban meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa pro aktif agar PT NT kembali melakukan eksplorasi. ‘’Kami sudah lama menganggur. Jangan biarkan pelaksanaan eksplorasi tanpa rasa aman,’’ kata Imanuddin Opet Bujik melalui telepon.Tahun lalu, kawasan eksplorasi NNT di Dodo dirusak dan dibakar warga Ropang yang menuntut dana kompensasi.
Sewaktu diterima langsung oleh Jamaluddin Malik, mereka mendapatkan jawaban bahwa PT NNT akan segera membuka kembali kantor perwakilannya di Sumbawa Besar, April nanti. ‘’Kami akan perhatikan aspirasinya,’’ ucapnya. Dikatakannya kesediaannya untuk segera mengupayakan kembalinya PT NNT melakukan eksplorasi di Dodo dan Rinti.
Di Mataram, Kepala Bagian Humas Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) Manggaukang Rabah kepada wartawan, Selasa (20/3) sore, menjelaskan bahwa dilibatkannya PT Bumi Resources Tbk dalam pengambilan saham PT NNT sebesar 31 persen hingga 2010 nanti, berdasar rekomendasi dari Departemen Keuangan. ‘’Kami tidak tahu sebelumnya siapa investor yang bisa digandeng sebagai mitra,’’ ujarnya.
Pemerintah Propinsi NTB selaku wakil pemerintah pusat tidak ingin terlambatnya pengambil alihan saham jatah divestasi 2006 sebesar tiga persen senilai US $ 109 juta yang jatuh temponya 8 Mei mendatang. ‘’Kalau sampai gagal diambil alih tepat waktu, maka saham akan dilempar ke swasta dan perorangan. Ini yang tidak diinginkan. Kita hanya menjadi penonton,’’ katanya.
Pemprop NTB menyatakan tidak ingin terjadinya kekisruhan yang timbul akibat keinginan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang ingin mendapatkan saham tiga persen tersebut sendirian. Sebaliknya, Pemprop NTB yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengajak Bumi Resources yang akan menanggung seluruhnya pembayaran harga saham, tetapi pembagian sahamnya pada perusahaan patungan yang dibentuknya kelak menjadi 85 persen milik Bumi Resources dan 15 persen milik pemda.(supriyantho khafid)


