MATARAM - Akhirnya, rencana pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa (Pemkab Sumbawa) didukung oleh PT Bumi Resources Tbk. Nota Kesepakatan dan Nota Kesepahaman telah dilakukan di ruang rapat utama kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Jum’at (16/3). Hanya saja, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selaku pemilik lokasi tambang belum terlibat karena sebelumnya meyakini sudah mendapatkan jatah divestasi tiga persen dari PT NNT.
Penanda tanganan nota kesepahaman sebagai payung kerja sama pembelian saham itu dilakukan oleh Gubernur NTB Lalu Serinata dan Bupati Sumbawa Djamaludin Malik dengan Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk Ary Sapta Mudaya. Sedangkan nota kesepakatan dilakukan oleh masing direktur Perusahaan Daerah (perusda) PT Gerbang Emas milik Pemprop NTB dan perusda Sumbawa untuk membentuk perusahaan patungan. ”Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan di hotel Mulia Jakarta, 12 maret lalu,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik.
PT NNT melakukan divestasi sahamnya secara bertahap 31 persen hingga tahun 2010 mendatang. Sehingga kepemilikan saham PT NNT mencapai 51 persen di tangan ditangan pemerintah daerah dan pengusaha nasional yang ikut serta. Sebelumnya sebesar 20 persen dimiliki oleh PT Pukuafu Indah selaku mitra nasional. Tahun 2006 lalu sebenarnya sudah dialokasikan tiga persen yang nilainya sebesar US $ 109 juta. Jatuh tempo pembayarannya 8 Mei 2007 nanti. Karena itu, menurut Abdul Malik, harus segera disiapkan pengambil alihannya. ”jangan sampai kehilangan kesempatan,” ucapnya.
Untuk divestasi tersebut, PT Bumi Resources Tbk mendapatkan porsi kepemilikan saham sebesar 85 persen dan daerah kebagian 15 persen. Mengenai besarnya porsi untuk Bumi Resources Tbk tersebut, Bupati Sumbawa Jamaludin Malik mengaku bahwa pembayarannya ditalangi semuanya oleh perusahaan tersebut. ”Mana ada uang daerah untuk membayarnya. Sampai seratus tahun tidak akan mampu,” katanya.
Tidak diperoleh konfirmasi dari Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadli ketidak hadirannya dalam penanda tangan kesepahaman dan kesepakatan tersebut. Yang hadir menyaksikannya hanya Ketua DPRD KSB Manimbang Kahariady. Menurut Asisten II Sekda NTB Abdul Malik, sewaktu pertemuan di Hotel Mulia Jakarta, 12 Maret lalu, Zulkifli Muhadly hadir dan menyatakan mempersilahkan dilakukan kesepakatan dengan Bumi Resources tersebut. ”Pihak KSB katanya sudah dipinang lebih dulu oleh PT NNT untuk mendapatkan tiga persen. Namun belum ada kepastian,” ujarnya. Karena itu, dalam nota kesepahaman yang ditandatangani itu, juga termuat bahwa apabila KSB ingin berpartisipasi juga diberikan kesempatan.
Gubernur NTB Lalu Serinata mengemukakan tinggal selangkah mewujudkan pengambil alihan saham PT NNT tersebut.Serinata berharap dengan menggandeng PT. Bumi Resources Tbk selaku perusahaan asli Indonesia dan cukup berpengalaman dengan track record yang baik dalam bisnis bidang pertambangan diharapkan akan mampu mengupayakan pendanaan yang diperlukan untuk pengembangan perusahaan konsorsium yang dimaksud.
Serinata mengatakan, bahwa selama ini daerah NTB hanya menyandang nama besar dari usaha tambang, namun karena keterbatasan termasuk kemampuan melakukan divestasi saham sehingga manfaat dan kontribusi yang dirasakan masyarakat dan daerah sangatlah tidak sebanding.
Serinata juga menyebutkan, keberadaan PT.NNT bagi Kabupaten Sumbawa Barat bukan hanya belum memberikan manfaat secara optimal, melainkan justru penerimaan royalty dari PT.NNT dijadikan dasar untuk mengurangi besaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Kabupaten Sumbawa Barat. Karena itu, sebutnya, sekecil apapun kekayaan alam yang terkuras, harus dapat memberikan dampak perubahan yang sepadan bagi kemakmuran masyarakat dan daerah(supriyantho khafid)


