MATARAM - Sejak Rabu (7/3) pagi hingga Jum’at (9/3) malam, tidak ada pemberangkatan kapal feri dari Lembar Lombok tujuan Padangbai Bali. Akibatnya, transportasi bus malam dan truck muatan komoditi tujuan Jawa macet. Jumlahnya mencapai 150 unit. Perjalanan kapal feri baru akan dicoba Sabtu (10/3) dini hari nanti pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) apabila cuaca tidak mengkawatirkan.
Manajer Operasional Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Lembar – Padangbai Aswin menjelaskan bahwa berdasar laporan cuaca yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Selaparang di Mataram, tinggi gelombang mencapai empat meter dan kecepatan angin hingga 45 knot atau sekitar 90 kilometer per jam. ”Baru diterima info dari Syahbandar Lembar, tinggi gelombang masih empat meter,” ujarnya, sewaktu dikonfirmasi selepas Maghrib, Jum’at (9/3).
Sebenarnya, Jum’at (9/3) pagi pukul 8 pagi sudah dicoba keberangkatan empat kapal sekaligus dari Lembar tujuan Padangbai. Yaitu KMP Gading Nusantara, KMP Citra Nusantara, KMP Pelangi Nusantara dan KMP Rodhita. Tetapi ternyata Pelangi Nusantara milik PT Jembatan Madura itu tidak mampu melanjutkan perjalanan karena besarnya ombak. Sebaliknya dari pelabuhan Padangbai ke Lembar hanya satu kapal yaitu KMP Perdana Nusantara yang berangkat pukul 10.30 Wita berhasil tiba selamat. ”Semua kapal diingatkan kalau tidak sanggup balik saja,” katanya.
Namun sebaliknya di bandara Selaparang. Penerbangan sudah pulih sejak pagi. Sewaktu dihubungi juga selepas Maghrib, Jum’at (9/3), Observer Stasiun Meteorologi Selaparang Loren Menoh mengatakan kecepatan angin 20-25 knot dan perkiraan tinggi gelombang hingga tiga meter. ”Kami memberikan warning,” ucapnya.(supriyantho khafid)


