MATARAM - Operasional kapal feri pada lintasan penyeberangan Lembar Lombok Barat - Padangbai (Bali) masih dihentikan pada Kamis (8/3) akibat cuaca buruk di laut yang terjadi belakangan ini. Tidak ada penyeberangan terhitung pukul 09.00 Wita Rabu pagi dan belum bisa diprediksikan sampai kapan akan dibuka kembali. ”Bahkan bisa berlanjut hingga empat hari ke depan,” kata Manajer Operasional Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Lembar - Padangbai, Aswin.
Berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi Selaparang, Mataram, tinggi gelombang laut mencapai 4 hingga 5 meter dengan kecepatan angina 45 kilometer per jam. Bahkan seperti Rabu malam diperkirakan kecepatan angin mencapai 80 kilometer per jam.
Penyeberangan pada lintasan Lembar - Padangbai sudah dua kali ditutup akibat cuaca buruk belakangan ini. Larangan operasi kapal semula diberlakukan sekitar pukul 17.00 Wita Selasa (6/3) sore hingga pukul 03.00 Rabu (7/3) malam dengan memberangkatkan 5 armada pada waktu yang nyaris bersamaan secara konvoi. Namun terhitung pukul 09.00 Wita Rabu pagi penyeberangan kembali distop dan hingga saat ini belum ada penjelasan kapan akan dibuka kembali.
Sebelumnya, penyeberangan rencana akan dilayani kembali sekitar pukjul 13.00 pada Rabu (7/3) siang namun urung dilakukan akibat cuaca yang terus memburuk. Pada kondisi cuaca normal penyeberangan kapal feri pada lintasan tersebut ditempuh selama lebih kurang 3,5 sampai 4 jam dengan jarak tempuh lebih kurang 36 mil.
Akibat penyeberangan yang tertunda selama dua hari ini menyebabkan antrian kendaraan semakin banyak memadati areal Pelabuhan Lembar hingga ke jalan raya. Aswin berharap pihak pengusaha dan pemilik truck agar bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini, ”Kami berharap mereka mengerti kondisi ini,” ujarnya.
Untuk menghindari terjadinya antrian kendaraan, diharapkan kepada para pengusaha dan pemilik truck di NTB khususnya Mataram agar menunda terlebih dahulu pemberangkatan sampai situasi normal agar antrian tidak semakin padat sekaligus barang-barang yang hendak diseberangkan tidak rusak akibat antri di pelabuhan. (supriyantho khafid)


