Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 8 March 2007 • LINGKUNGAN

MATARAM - Cuaca semakin memburuk di Mataram. Kecepatan angin dari badai tropis George semakin meningkat. Kalau sehari sebelumnya hanya 30 knot atau 60 kilometer per jam. Sejak Rabu (7/3) meningkat hingga 50 knot atau 100 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut dapat mengganggu pesawat akan terbang dan mendarat di bandara Selaparang. Karena itu, sudah 12 jam pelayanan ditutup sejak Rabu malam pukul 21.50 Waktu Indonesia Tengah (Wita).

Kepala Stasiun Meteorologi Selaparang Agung Trikumara dan Airport Duty Manager Bandara Selaparang Kuswardji menjelaskan secara terpisah, Kamis (8/3) siang. ”Demi keselamatan penumpang, pelayanan penerbangan ditutup,” ujar Kuswardji. Semula ditutup mulai pukul 21.50 selama enam jam hingga pukul 08.00 pagi. Tetapi karena cuaca belum memungkinkan diperpanjang lagi sampai pukul 13.00 hingga dilakukan koreksi ulang.

Agung Trikumara menyebutkan bahwa semestinya kecepatan angin yang normal untuk pelayanan penerbangan adalah di bawah 30 knot atau 60 kilometer per jam. Asalkan tidak dibarengi hujan. Kenyataannya, hingga Kamis pagi kisaran kecepatan angin 30-40 knot atau 80 kilometer per jam. Pusat badai tropis George terletak di utara daratan Australia atau di Samudra Indonesia selatan Nusa Tenggara Barat. Pada saat yang bersamaan di selatan Jawa juga muncul badai tropis Jacob yang berkekuatan 45 knot atau 90 kilometer per jam.
 
Karena badai tersebut, pesawat Lion Air yang datang dari Surabaya yang menyoba mendarat di landasan yang melintas timur barat , dibatalkan Kamis pagi sekitar pukul 07.15 Waktu Indonesia Tengah. Badan pesawat tersebut diterpa angin dari arah utara. Padahal pesawat sudah merendah hingga sekitar 15 meter menjelang titik sentuh landasan.
   
Ada lima penerbangan Garuda, Citilink, Lion Air, Batavia Air yang batal mendarat di Selaparang sesuai jadwal setiap malam. Pesawat Garuda dari Jakarta kembali ke bandara Soekarno Hatta setelah 30 menit terbang. Pesawat Lion Air dari Jakarta pun terpaksa mengalihkan pendaratan di bandara Ngurah Rai Bali. Demikian pula keberangkatan lima penerbangan terjadwal di pagi hari dibatalkan selain karena cuaca buruk juga pesawatnya tidak ada yang datang.

Penerbangan terjadwal lainnya Denpasar - Mataram sebanyak tiga pesawat Indonesia Air Transport, Trigana Air dan Merpati Kamis pagi juga nihil. Karenanya, terjadi penumpukan calon penumpang dan penjemputnya di luar dan ruang tunggu bandara. ”Ya apa boleh buat kalau alasan cuacara,” ucap staf Menko Kesra Agus Suparno yang hendak balik ke Jakarta. Ia sudah di bandara sejak pukul 5 pagi untuk terbang naik Lion Air yang terjadwal pukul 06.00. Ia ditemui di ruang tunggu bandara Selaparang pukul 10.15 Wita.

Stasion Manager Garuda Selaparang Atto’illah melalui suratnya tertanggal 8 Maret kepada Angkasa Pura I Selaparang menyebutkan ditiadakannya penerbangan dari Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.

Badai Tropis
Kepala Seksi Obesrvasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Mataram Wakodim menjelaskan bahwa setiap tahun terjadi hingga tujuh badai tropis hilang berganti yang berdampak terhadap cuaca di Nusa Tenggara Barat. Baik di utara maupun selatan Indonesia yang berada pada posisi 6 derajat Lintang Utara hingga 80 derajat Lintang Selatan, selalu terjadi pertumbuhan badai tropis. Di selatan terjadinya pada bulan Nopember - Maret. Tetapi, Wakodim menyebutkan bahwa potensi munculnya badai tropis masih mungkin terjadi hingga akhir April mendatang. ”Setelah itu baru aman,” katanya. Sedangkan di utara yaitu berada di kawasan Filipina dan Jepang pada bulan Juni-Juli.

Pusat tekanan rendah yang muncul mengakibatkan badai tropis tersebut berkaitan dengan peredaran matahari yang berpengaruh terhadap bumi yang menyebabkan air laut menjadi hangat yang dapat menimbulkan tekanan rendah hingga menimbulkan depresi tropis sebesar 1.006-1004 milibar sebagai bibit badai tropis. Munculnya badai tropis berasal dari laut yang bergerak ke darat maupun di laut.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge