MATARAM - Sejumlah 88 orang calon penumpang Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari Mataram tujuan Denpasar MZ 6609 terlantar selama tujuh jam di bandara Selaparang Mataram, Rabu (7/3). Seharusnya jadwal penerbangannya menggunakan Boing 737-300 pukul 12.10 ternyata penerbangnya tidak berani. Baru pada pukul 19.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), penerbangan dibatalkan alasan cuaca.
Seorang calon penumpang asal Bima Anhar yang akan melakukan pertemuan bisnis di Denpasar mengaku kecewa. ”Ini menyalahi adat. Kok tidak berani padahal pesawat yang lain tidak ada masalah tetap berangkat,” ujarnya. Karena pembatalan yang diakibatkannya tersebut, pengusaha logal mulia dan mutiara ini mengaku dirugikan.
Karena pembatalan tersebut seorang pengacara muda Asnawi menyatakan kekesalannya kepada wartawan. ”Setelah sekian jam menunggu baru diberitahu diputuskan berangkat,” ucapnya. Karena akan mempertimbangkan mengajukan gugatan penelantaran calon penumpang. Sebab, kalau memang tidak berani menerbangkan pesawatnya seharusnya secara dini memberitahukan penumpangnya sehingga tidak terkatung-katung sekian jam menunggu tanpa kepastian.
District Manager MNA Mataram Iwan Safiantoro menyatakan alasan cuaca menjadi penyebab kekawatiran penerbangnya. Semula pesawat yang hendak digunakan ke Denpasar tersebut berangkat dari Surabaya tujuan Mataram. Seharusnya tiba di Mataram pukul 11.40. Tetapi karena hambatan cuaca sehingga mengalami keterlambatan disebabkan pengalihan penerbangan melalui Denpasar terlebih dahulu. Pesawat tersebut baru mendarat di Mataram pukul 16.20. ”Ini karena masalah cuaca jelek,” kata Iwan, di bandara Selaparang.
Semula, ingin memenuhi permintaan calon penumpangnya, kata Iwan, pihaknya sudah berupaya melakukan penerbangan carter dari maskapai lain yang melayani rute Mataram-Denpasar. Tetapi tidak bisa dipenuhi.
Karena pembatalan tersebut, semua calon penumpang ditawari menunda keberangkatannya, Kamis (8/3). Yang menunda diberikan fasilitas akomodasi dan transportasi pergi pulang ke bandara. Sampai pukul 20.00 Wita, calon penumpang yang tetap akan berangkat menggunakan Merpati tercatat 72 orang. Selebihnya 16 orang mengembalikan ticketnya memperoleh ganti uang.(supriyantho khafid)


