MATARAM - Masyarakat Agrobisnis Jagung Nusa Tenggara Barat (MAJ NTB) menargetkan menghasilkan produksi satu juta ton. Lahan yang digunakan mencapai areal seluas 600.000 hektar. Untuk mengolahnya dibangun silo di kawasan transmigrasi Labangka Sumbawa dan Danger Lombok Timur.
Ketua MAJ NTB Lalu Mudjitahid melaporkan rencana produksi jagung tersebut kepada Gubernur NTB Lalu Serinata. ”Ini potensi NTB yang sangat besar,” ujarnya. Untuk pencapaian target tersebut, pengusaha yang tergabung MAJ bersama Pemerintah Propinsi NTB dan perbankan mempersiapkan dukungan pendanaannya.
Sebelumnya, produksi jagung NTB mengalami kendala rendahnya hasil panen per hektarnya 2,5 ton sedangkan rata-rata nasional sudah mencapai 3,7 ton. Ini disebabkan kendala bibit lokal yang hanya menghasilkan 2,5 ton per hektar. Padahal benih hibryda bisa menghasilkan 7-8 ton bahkan ada yang mencapai 12 ton. Selain itu juga disebabkan keterbatasan permodalan dan kurangnya akses informasi pasar. Akibatnya, petani jagung kurang mendapatkan bantuan bapak angkat termasuk dari pengusaha dan koperasi untuk menyukupinya.
Disebutkan oleh Kepala Sub Bagian Publikasi Dan Dokumentasi Humas Pemprop NTB Mars Anshori Wijaya, Senin (5/3) siang, kurangnya permodalan karena kesulitan agunan untuk bisa mendapatkan pinjaman dari bank. ”Sebab, lahan tanam jagung tidak dilengkapi sertifikat kepemilikan dan diperlukannya deposito hingga separo dari kebutuhan modalnya,” katanya.
Petani jagung di NTB juga mengalami kesulitan tingginya harga pupuk di tingkat pengecer dan tidak mudah mendapatkannya pada waktu musim tanam.(supriyantho khafid)


