MATARAM - Selama tiga bulan, Nopember 2006-Januari 2007, Divisi Penelitian dan Pendidikan Lingkungan Komunitas Hijau Biru (KHB) melakukan penelitian fauna yang memfokuskan pada jenis burung dan habitatnya di Lebok (danau) Taliwang di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang terletak hanya satu kilometer dari Taliwang - ibukota KSB.
Penelitian fauna di Lebok, Taliwang terselenggara atas kemitraan KHB dengan PT Newmont Nusa Tenggara dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) mendapati adanya lebih dari 60 jenis burung yang ditemukan selama survey. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan catatan survey terdahulu oleh BKSDA NTB yang dilakukan pada tahun 2000.
Koordinator Divisi Penelitian dan Pendidikan Lingkungan Komunitas Hijau Biru, Muhamad Salamuddin Yusuf mengatakan Lebok merupakan kawasan lahan basah (wetland habitat) potensial sebagai reservoir dan berfungsi sebagai daerah perikanan air tawar. Banyak jenis-jenis burung air menjadikan Lebok sebagai habitat tempat mencari makan dan tempat tinggal. ”Bahkan beberapa burung migran menjadikan Lebok sebagai tempat persinggahan sebelum bermigrasi ke tempat lain,” ucapnya.
Kelompok bangau Egret dan Heron merupakan jenis utama di Lebok, sementara jenis indikator seperti pecuk (Cormorant ) masih bisa dijumpai meskipun dalam jumlah kecil. Hal ini bisa dijadikan petunjuk bahwa Lebok semakin kering. ”Sehingga kelompok burung yang mencari makan dengan menyelam ini berpindah ke tempat lain,” kata Alam – panggilan sehari-hari Salamuddin.
Beberapa jenis burung migran juga teramati antara lain Layang-layang Asia (Barn Swallow), Kirik-kirik laut (Blue-tailed Bee-eater) dan Kirik-kirik Australi (Rainbow Bee-eater). Layang-layang Asia mulai bermigrasi ke Indonesia termasuk Sumbawa pada bulan November dan akan kembali ke Asia Utara bahkan dari Siberia menjelang bulan Maret atau April. Sementara Kirik-kirik australi bermigrasi dari Australia pada saat musim dingin di selatan khatulistiwa.
Hal lain yang menarik pada penelitian ini yaitu ditemukannya jenis Manyar jambul (Ploceus manyar) pada survey January 2007 yang merupakan catatan baru bagi daerah Sumbawa. Jenis ini diperkirakan merupakan introduksi atau lepasan dan mampu beradaptasi dengan baik di lokasi sekitar Lebok.
Koordinator KHB simpul KSB, Herman Usman menjelaskan bahwa penelitian ini adalah pertama bagi KHB di Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus sarana untuk melakukan transfer pengetahuan mengenai lingkungan kepada masyarakat sekitar Lebok yang ikut terlibat dalam survey ini. Laporannya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten
Lebok Taliwang juga menjadi satu-satunya tempat di NTB yang menjadi habitat kura-kura air tawar dari genus Cuora, yang populasinya saat ini belum banyak diketahui orang.
Alam menjelaskan bahwa penelitian ini sangat penting untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati Lebok terkini. Selain itu, data-data penelitian ini dapat digunakan oleh Pemerintah KSB dalam mengambil kebijakan tentang pengelolaan Lebok Taliwang pada masa mendatang, terutama dalam kaitannya dengan keinginan menjadikan Lebok sebagai daerah wisata berbasis ekologi (ekoturisme).
Banyak pengamat burung (birdwatcher) dari luar negeri mengkhususkan datang ke Indonesia hanya untuk melihat-lihat keanekaragaman jenis burung seperti di Jawa Barat, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Cukup banyak uang yang mereka habiskan selama melakukan kegiatan ini. Disamping itu, kelompok-kelompok pengamat burung tumbuh subur di Indonesia dan menjadi sumber pemandu wisata khusus ini dengan melibatkan masyarakat sekitar misalnya Kutilang di Yogyakarta, Bicons di Bandung, Kokokan di Bali. Jika informasi mengenai keanekaragaman jenis burung di Lebok Taliwang bisa disebarluaskan, bukan hal yang tidak mungkin Lebok dijadikan salah satu tujuan kegiatan birdwatching di Indonesia. Lebih baik lagi jika pemuda di sekitar Lebok dapat menjadi pengamat burung yang handal sehingga mereka bisa menjadi pemandu kegiatan ekoturisme ini.
Penelitian fauna di daerah Lebok, Taliwang merupakan salah satu kegiatan penelitian lingkungan KHB di Kabupaten Sumbawa Barat. Beberapa macam program yang telah dilakukan KHB dalam kegiatan dan pendidikan lingkungan antara lain penamaan pohon di jalan lingkar lingkungan Sembalun, Tanjung Karang, menyelenggarakan hari bersih lingkungan di jalan Udayana, Mataram, pelatihan pengelolaan sampah di Mataram, bersih pantai Ampenan serta beberapa kegiatan lingkungan hidup lainnya.(supriyantho khafid)


