Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 19 February 2007 • EKONOMI

MATARAM - Persediaan beras di gudang Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat (Bulog Divre NTB) menipis. Saat ini tersisa 13.897 ton tetapi akan dikurangi jatah TNI dan cadangan bencana alam 6.000 ton sebulan. Untuk menjaga persediaannya mencukupi kebutuhannya, Bulog mengirimkan 6.000 ton beras dari Sulawesi Selatan akan tiba Kamis (22/2). Untuk menekan laju kenaikan harga beras hingga Rp4.800 perkilo, telah dilakukan uji coba operasi pasar (OP) di empat pasar di kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masing-masing satu truck muatan delapan ton. 

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre NTB Suryatmoko menjelaskan di kantor Gubernur NTB, Senin (19/2) siang. ”Kami akan menyediakan 8.000 ton beras untuk operasi pasar hingga 14 Maret nanti,” ujarnya. Setiap harinya, setiap pasar disuplai masing-masing delapan ton.

Ia mengemukakan masalah beras tersebut setelah menemui Gubernur NTB Lalu Serinata bersama Asisten II Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Syarifudin, Kepala Badan Urusan Ketahanan Pangan Daerah NTB Wirham, dan Kepala Dinas Pertanian NTB Masyhur dan Suryatmoko.

Semestinya persedian beras nasional di gudang lokal Bulog Divre NTB sejumlah 61.000 ton. Tetapi separonya sudah dipinjamkan memenuhi kebutuhan Bali sebanyak 13.000 ton dan Nusa Tenggara Timur sejumlah 20.000 ton. Awal Januari 2007 lalu masih tersisa 28.000 ton tetapi kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan raskin (beras untuk keluarga miskin) selama dua bulan Januari-Pebruari 2007 sebanyak 7.000 ton sebulan sehingga tersisa 13.897 ton.

Pada situasi cuaca normal, tersisa 6.000 ton sebenarnya dikatakan tidak ada masalah. Karena seperti biasanya pada bulan Maret dan April akan tiba musim panen. Namun mengingat kebutuhan TNI dan bencana alam, sedangkan waktu musim tanam juga mengalami kemunduran, sehingga sisa 6.000 dirasakan kurang. Karena itu, mendatangkan 6.000 ton beras dari Sulawesi Selatan yang disalurkan ke Lombok sebanyak 4.000 ton dan ke Bima sebanyak 2.000 ton.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Syarifudin, menghatakan bahwa OP dilakukan setelah harga beras medium di pasar lokal telah mencapai Rp4.800. Kenaikan harga dinilai agak menyolok setelah 12 Pebruari lalu, yang semula Rp50 perkilo menjadi Rp200 perkilo. Ini terpengaruh tingginya permintaan pasar di Bali yang perkilonya mencapai Rp6.000.

Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditunjuk pemerintah sebagai salah satu dari tujuh daerah super infus (gudang pangan nasional) ternyata mengalami kesulitan. Akibat kekeringan, Kepala Dinas Pertanian NTB Masyhur mengatakan terdapat 58.000 hektar lahan gagal tanam dari luas tanam 281.000 hektar pada musim tanam Oktober 2006-Maret 2007. Setahun luas lahan tanam padi 339.000 hektar. Jadi target produksi 1,6 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara satu juta ton beras yang diminta pemerintah diperhitungkan tidak tercapai karena kemungkinan hanya mendapatkan 1,3 juta ton gkg atau 535.000 ton beras.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Random News