MATARAM - Setelah diterjang angin puting beliung, Senin (5/2), Bima Nusa Tenggara Barat digoyang gempa bumi berkekuatan 5,7 skala richter (SR), Jum’at (9/2) dini hari pukul 00.30 Waktu Indonesia Tengah. Pusat gempa bumi tektonik tersebut berada sekitar 92 kilometer sebelah selatan Raba, kota Bima, pada kordinat 9,3 derajat Lintang Selatan (LS), 118,75 derajat Bujur Timur (BT) serta pada kedalaman 33 Km bawah laut.
Prakirawan Stasiun Meteorologi dan Geofisikan Selaparang di Mataram Catur Winarti, gempa tersebut termasuk kategori dangkal. ”Sehingga tidak potensi menimbulkan tsunami,” ujarnya.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bima Abdul Wahab menjelaskan belum adanya laporan korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan gempa bumi tersebut. Bahkan masyarakat di kota Bima banyak yang tidak merasakan adanya guncangan. Tidak menimbulkan kepanikan warga, karena banyak yang tidak merasakan. ”Sebab gempa terjadi pada saat masyarakat sedang tidur lelap,” kata Abdul Wahab.
Getaran gempa juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Menurut warga Tambak Sari Desa Senayan Kecamatan Seteluk Imam, walaupun sudah tertidur lelap, terbangun karena merasakan getarannya gempa tersebut.(supriyantho khafid).


