Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 8 February 2007 • POLITIK

MATARAM - Untuk pertama kalinya di Nusa Tenggara Barat (NTB), enam orang anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD NTB mengembalikan Rp173,7 juta uang rapelan empat bulan Januari-April 2006 tunjangan komunikasi selama empat bulan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Nanang Samodra, Kamis (8/2) siang. Pengembalian uang yang diterimanya 28 Desember 2006 lalu itu, dilakukan ketua Fraksi PKS Adnan Patompo disaksikan lima orang anggota fraksi lainnya, di ruang kerja Sekda.

Penyerahan tersebut, setelah diterima Nanang Samodra, diteruskan kepada Sekretaris DPRD NTB I Gusti Putu Supartha. Menurut Ketua DPW PKS Musleh Kholil yang juga mendampingi mereka, pengembalian tersebut dilakukan sesuai kebijakan partai. ”Ketentuan pasal 14 d telah dihapus. Maka kewajiban partai untuk dikembalikan,” ujar Musleh Kholil. Ini sesuai instruksi internal Presiden PKS Tifatul Sembiring agar segera mengembalikan tanpa menundanya.

Sekda NTB Nanang Samodra yang menerima pengembalian uang tersebut mengatakan menyambut baik. ”Ini yang pertama kali. Saya berharap diikuti oleh partai lain dan juga anggota dewan di kota dan kabupaten yang sudah menerimanya,” katanya.

DPRD NTB telah membayarkan rapelan empat bulan tersebut kepada sejumlah 55 orang anggotanya sebesar Rp2,4 miliar. Rinciannya, sebulan untuk ketua Rp108 juta, tiga orang wakil ketua masing-masing Rp74 juta dan 51 orang anggota biasa masing-masing Rp30,6 juta.

Wakil Ketua DPRD NTB Rahmat Hidayat (Fraksi PDI-P) tanpa menyebut waktunya mengatakan sudah mengembalikan penerimaan rapelan tersebut. ”Begitu ada instruksi DPP, uang itu dikembalikan,” ucapnya.

Sedangkan seorang anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Abdul Hadi Faishal menyatakan dirinya belum melakukan pengembalian. Katanya, uang yang diterimanya tersebut berupa pinjaman untuk empat bulan terakhir. ”Bukan rapelan seperti di daerah lain. Saya membuat surat pinjamannya,” ujarnya. Tentunya pinjaman tersebut akan digantinya sendiri.(supriyantho khafid)

2 Comments »
  • sip, lah..
    jika ada legislator yang peka..
    moga diikutioleh yang lain..
    gimana dengan pp 21/2007?
    tentang isu laptop senayan, moga aja tak terdesentralisasi ke daerah alias belum waktunya.
    tanya kenapa? keadaan republik lagi ruet-ribet!

    Comment by _ddymm — March 27, 2007 @ 7:52 pm

  • saya acungkan jempol buat pks, smua ikhwah pks si NTB harus ttp istiqomah. oke?

    Comment by Rifai Musdah — October 8, 2008 @ 2:10 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
    11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
    » KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
    11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
    » PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
    11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
    » BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
    11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
    » PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
    11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge