MATARAM – Empat orang pelaku penganiayaan polisi warga Dusun Bermong Desa Bile Landong Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, menyerahkan diri. Mereka memenuhi seruan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) yang mengancam menindaknya hingga batas waktu Selasa (6/2) malam. Personil Polda NTB sudah diberangkatkan ke Bile Landong untuk melakukan penangkapan paksa tiga orang warga lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda NTB Ajun Komisaris Besar M Basri mengatakan seorang warga yang terakhir menyerahkan diri Selasa (6/2) malam adalah Mustar, seorang supir. Sebelumnya, Amaq Suni, Gerun dan Amaq Sima. ”Mudahan yang lain segera mengikuti,” ujar Basri, di ruang wartawan Humas Polda NTB, Rabu (7/2) siang.

Dua orang anggota buru sergap Polda NTB yang diserang puluhan orang warga di Desa Bile Landong, Rabu (31/1) dini hari itu menderita luka berat. Inspektur Satu Ida Bagus Putu Buana yang keempat jari-jari tangan kanannya terpotong dan sulit dilakukan penyambungan kembali. Kini berada dalam perawatan di RS Polri di Kramat Jati Jakarta. Sedangkan Brigadir Dua M Khojin mengalami patah tangan kirinya.

Tim buser Polda NTB tersebut  sedang menjalankan tugas Operasi Rintam untuk menumpas kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Menurutnya, tim buser sudah mengambil barang bukti sepeda motor tetapi target yang hendak ditangkap telah melarikan diri. Sewaktu mereka sudah berada di dalam mobilnya, warga menyerang. Putu Buana dan Khojin yang berada di depan menderita paling parah. Sedangkan tiga orang lainnya Kadek Metria, Gubron Subekti dan Gurun Wahyu Waseso yang berada di bagian belakang sempat melakukan perlawanan dan mengeluarkan tembakan mengenai warga yang menyerang.(supriyantho khafid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here