MATARAM - Di kota Bima, puluhan warga kota Bima mengalami luka, ratusan rumah rusak berat, ratusan rumah rusak ringan, dan satu gardu PLN meledak, di kota Bima, akibat angin puting beliung yang berlangsung selama 10 menit, Senin (5/2) petang sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Tengah. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Para warga yang mengalami luka-luka akibat kejatuhan bagian bangunan rumah dan juga robohnya pohon menjalani perawatan di RSU Bima. Sedangkan untuk menampung penduduk yang rumahnya rusak, TNI-Polri mendirikan tenda di tiga kelurahan Monggonao, Santi dan Karara. Pemerintah Kota Bima kemudian membagi-bagikan makanan dan minuman. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya arus pendek, selama tiga jam aliran listrik dimatikan oleh PLN.
Peristiwanya, menurut saksi mata Najamudin, tiupan angin yang berasal dari timur dan selatan seperti bertemu di satu titik dan kemudian bergerak. ”Kejadiannya mengejutkan,” kata warga Kelurahan Santi Sirajudin Andi Parani, melalui telepon.
Terbanyak bangunan rumah penduduk yang mengalami kerusakan adalah yang berada di Dusun Santi 1 dan Santi 2 Barat, Dusun Benti di Kelurahan Monggonao dan di Dusun Nusantara Kelurahan Karara.(supriyantho khafid)


