Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Friday, 2 February 2007 • LINGKUNGAN

MATARAM - 34.000 hektar lahan tadah hujan terancam mengalami kekeringan. Waktu terjadinya apabila dalam seminggu ini tidak turun hujan. Lebih 200an pejabat dan karyawan Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat (Distan NTB) bersama Jamaah Tabligh Masjid Raya Attaqwa Mataram melakukan salat Istiqo guna minta turun hujan di lapangan tenis di belakang kantor, Jum’at (2/2) pagi.

Salat dua rakaat dan dilengkapi khotbah dilakukan agar kembali dalam tuntunan agama karena banyaknya musibah - termasuk kekeringan - dan umat yang tidak peduli. ”Selain usaha fisik, kami berupaya kembali kepada Allah,” ujar Kepala Distan NTB Mashur, seusai salat.

Klasifikasi 34.000 hektar lahan sawah merata di sembilan kota dan kabupaten se NTB yang terancam kekeringan adalah meliputi kering ringan, sedang dan berat hingga akhirnya mengalami puso. Terancam kekeringan itu yang akan memasuki ambang kekeringan. ”Utamanya di daerah tadah hujan di selatan,” kata Mashur. Ada dua wilayah yang terancam kekeringan adalah di daerah lahan kering tadah hujan yang bergantung turunnya air hujan dan di daerah irigasi bagian hilir yang tidak cukup debitnya dialirkan ke hilir.

Ancaman kekeringan tersebut kemungkinan menyebabkan tidak tercapainya target peningkatan produksi beras NTB yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai penyangga beras nasional. Kalau tahun 2006 lalu produksi 1.545.254 ton gabah kering giling (gkg) maka tahun 2007 diminta menambah produksi 70.000 ton beras sehingga sasaran produksi NTB 1,6 juta ton gkg. Secara nasional pemerintah menetapkan 2 juta ton tambahan produksi beras.

Di NTB terdapat lahan sawah seluas 281.000 hektar. Adapun lahan sawah irigasi seluas 150.000 hektar yang bisa ditanami dua kali. Lahan gogoh rancah (Gora) tadah hujan seluas 40.000 hektar belum termasuk lahan kering lainnya. Namun yang dikawatirkan adalah terjadinya pergeseran penanaman padi di lahan gora melalui penyemaian. ”Mereka ini yang terancam kekeringan karena baru menyemai, menanam tetapi belum kuat, kehilangan hujan,” ucapnya.

Menurut ramalan Badan Meteorologi Geofisika, musim kemarau mengalami percepatan dari waktu semestinya. Curah hujan juga berkurang. Biasanya musim hujan yang biasanya Oktober - Maret luas areal sawah yang ditanami mencapai 281.000 hektar. Sebanyak 52 persen yang sudah menanam. Karena itu selebihnya petani yang belum lebih separo lahan sawahnya dianjurkan menanami palawija. ”Karena itu tidak direkomendasikan menanam padi tetapi jagung dan kedele,” katanya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge