MATARAM - Dua orang anggota buru sergap (Buser) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) yang diserang 30an orang warga di Desa Bile Landu Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (31/1) dini hari itu masih dalam perawatan. Mereka adalah Inspektur Satu Ida Bagus Putu Buana yang keempat jari-jari tangan kanannya terpotong. Sedangkan Brigadir Dua M Khojin mengalami patah tangan kirinya. Rencananya, mereka akan menjalani operasi untuk menyambung kembali jari-jari tangan dan tulang yang patah.
”Akan diusahakan untuk disambung,” ujar Kepala Polda NTB Brigjen Pol Wawan Hendrawan, seusai acara penyerahan tiga Polsek dari Kepolisian Resort (Polres) Mataram ke Polres Lombok Barat, di Mapolda NTB, Kamis (1/2) pagi.
Ia mengatakan, tim buser Polda NTB tersebut sedang menjalankan tugas Operasi Rintam untuk menumpas kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Menurutnya, tim buser sudah mengambil barang bukti sepeda motor tetapi target yang hendak ditangkap telah melarikan diri. ”Warga yang menyerang tahu kalau mereka polisi. Warga yang menyerang itu mungkin tidak senang polisi begitu karena mengancam nafkah pencahariannya,” katanya. Bile Landu ada di daerah selatan Lombok Tengah yang akhir-akhir ini mengalami kekeringan.
Sewaktu mereka sudah berada di dalam mobilnya, 30an orang warga menyerang. Putu Buana dan Khojin yang berada di depan menderita paling parah. Sedangkan tiga orang lainnya Kadek Metria, Gubron Subekti dan Gurun Wahyu Waseso yang berada di bagian belakang sempat melakukan perlawanan dan mengeluarkan tembakan mengenai warga yang menyerang. Sampai kemarin mereka yang menyerang belum berhasil ditangkap. Namun polisi sudah mendapati identitasnya.
Akibat penyerangan tersebut, dikatakan oleh Wawan Hendrawan, tidak menyurutkan Operasi Sadar Rinjani Tambora yang dilakukan Polda NTB. Selama ini, disebutnya, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) termasuk pencurian ternak memang cukup tinggi. Polisi sudah mengungkap adanya jaringan pelakunya yang selama ini minta tebusan terhadap korban pemiliknya.
Polda NTB juga sudah menemukan modus tindakan pelaku curanmor yang mengubah nomor chasis dan plat nomor kendaraan yang dicurinya. Selain itu, polisi juga sudah mengungkap pencurian ternak di pesisir selatan Dompu dan Sumbawa.(supriyantho khafid)


