MATARAM - Lima anggota polisi menderita luka berat dan ringan karena dikeroyok warga saat berusaha melakukan penangkapan terhadap salah soerang pelaku pencurian kendaraan bermotor Rabu (31/1) dini hari, di Desa Bile Landu, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kelima anggota polisi unit gabungan Polda NTB salah seorang diantaranya adalah Inspektur Satu Ida Bagus Made Buana, sedangkan empat anggota lainnya tediri dari dua berpangkat Brigadir Pol Satu dan dua Brigadir Pol Dua. Mereka adalah M. Khojin, Kadek Metria, Gubron Subekti dan Gurun Wahyu Waseso.
Yang mengalami luka serius yakni, Ida Bagus Made Buana mengalami luka putus empat jari tangan kanan akibat terkena sabetan parang serta luka di bagian kepala sehingga dibaluti perban. Begitu juga terhadap empat rekannya menderita sejumlah luka-luka di bagian tubuh. Ida Bagus bersama seorang rekannya yang sama-sama mengalami luka serius kini dirawat di RSU Mataram, sedangkan tiga rekan lainnya di rawat di RS Bhayangkara Mataram.
Kejadian Rabu (31/1) dini hari sekitar pukul 01.00 tersebut tatkala lima anggota polisi tersebut datang keBile Landu untuk menangkap salah seorang pelaku pencurian sepedamotor yang telah diketahui identitasnya berdasarkan hasil pengembangan kasus setelah pihak kepolisian berhasil menangkap Merta dan Amaq Uni sehari sebelumnya.
Di lokasi, anggota tim polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah sepedamotor, namun gagal menangkap pelaku yang dijadikan target operasi karena berhasil melarikan diri. Namun, saat kelima angota polisi tersebut hendak membawa barang bukti tiba-tiba saja mereka dihadang oleh sekitar 30 orang lebih warga Desa Bile Landu dengan membawa senjata tajam dan melakukan pengeroyokan terhadap kelima anggota polisi tersebut.
Akibat peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan lima anggota polisi mengalami luka-luka, tetapi juga menimbulkan kerusakan terhadap mobil Kijang yang digunakan polisi saat itu, namun barang bukti berupa sebuah sepedamotor berhasil diamankan.
Kadispen Polda NTB, Ajun Komisaris Besar (AKB) H.M. Basri kepada wartawan Rabu (31/1), belum ada warga yang ditangkap atas peristiwa penyerangan tersebut, ”Kita akan mengambil langkah langkah selanjutnya untuk melakukan penyelididikan,” katanya.(supriyantho khafid)


