Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 29 January 2007 • EKONOMI

MATARAM - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Pemerintah Kabupaten Sumbawa (KS) dan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) melakukan penanda tangan nota kesepahaman (MOU) pengambil alihan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Senin (29/1) pagi.

Mereka yang akan membentuk perusahaan daerah, secara berangsur sampai tahun 2010 akan mengambil alih 31 persen saham perusahaan tambang. Nantinya, kepemilikan saham PT NNT yang semula 80 persen tersisa 49 persen.  Tahap pertama, sejak 2006 lalu, sesuai ketentuan kontrak karyanya, PT NNT telah menawarkan divestasi sebesar tiga persen sahamnya senilai Rp1,3 triliun.

Penanda tanganan MOU tersebut dilakukan oleh Bupati KS Jamaludin Malik, Wakil Bupati KSB Mala Rahman dan Gubernur NTB Lalu Serinata di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB. ”Ini proses awal. Diharapkan terwujud sinergi yang kuat,” kata Serinata.

Sebelumnya, seperti dilaporkan oleh Asisten II Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik, bahwa hingga tahun 2010 sebanyak 31 persen saham PT NNT akan diambil alih pemerintah Indonesia. Untuk itu, akan dilakukan pembentukan perusahaan daerah yang menanganinya bersama perusahaan daerah Pemprop NTB PT Gerbang Emas, melibatkan pula Bumi Resources dari kelompok usaha Bakri Brothers. ”Bentuk dan sharing pendanaan akan ditentukan kemudian,” ucapnya.

Bupati Sumbawa Jamaludin Malik mengatakan masih akan mengkaji pengambil alihan saham oleh daerahnya agar tidak masalah di kemudian hari. ”Yang penting mendapatkan bagian yang adil dari 31 persen itu,” ujarnya. Namun ia menyatakan pentingnya tambang di daerahnya yang dapat memberikan kesejahteraan masyarakat. ”Yang penting rakyat dapat menikmati hasil tambang itu,” ucapnya.

Sebelum adanya pemekaran wilayah dibentuknya Kabupaten Sumbawa Barat, lokasi tambang Batu Hijau yang digarap PT NNT terletak di Kecamatan Jerweh termasu Kabupaten Sumbawa. Saat ini pun ada dua lokasi eksplorasi PT NNT berada di Kabupaten Sumbawa yaitu Dodo dan Rinti.

Wakil Bupati KSB Mala Rahman menjelaskan akan memperebutkan tiga persen pengalihan saham tahap pertama tersebut. ”Itu diluar 31 persen saham keseluruhan yang akan diambil alih,” katanya.

Gubernur NTB Lalu Serinata menyatakan tidak menghendaki hanya punya nama sebagai daerah tambang. Padahal manfaatnya bagi masyarakat dan daerah sangat kecil. Ia juga menyebut tidak ingin masyarakat hanya sebagai penonton menyaksikan sumber daya alamnya dikuras dan akan meninggalkan lingkungan yang gersang pasca kegiatan operasi tambang.  Dengan adanya kepemilikian saham, masyarakat dan pemerintah daerah dapat menikmati hasil yang lebih sepadan. ”Dari dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan PT NNT,” ucapnya.
 
Proyek Batu Hijau oleh Newmont Gold Company, kontrak karyanya ditanda tangani 2 Desember 1986. Pada tahun 1990, ditemukan positif adanya cebakan tembaga porfiri. Investasinya mencapai US $ 1,8 miliar terhitung Maret 2000 diresmikan operasi tambangnya.

Tambang ini dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara sebagai perusahaan hasil patungan dari Newmont dan Nusa Tenggara Mining Corp.Jepang yang mayoritas sahamnya dikuasai Sumitomo Corp dan PT Pukuafu Indah Indonesia.

Di sana terdapat kandungan tembaga porfiri dan sedikit kandungan emas dan perak. Pada akhir tahun 2004, tercatat cadangan tembaga sebesar 6,3 miliar pound dan cadangan emas 7,2 juta ounce. Perkiraan cadangan tersebut yang secara ekonomis layak ditambang. Diperkirakan cadangan mineral akan habis dalam waktu 20 tahun. Setiap harinya penambangan batuan mencapai 600.000 ton.

Logam berharga ini tidak dapat secara langsung diperoleh karena bercampur dengan mineral lainnya yang tidak memiliki nilai ekonomis. Setiap ton bijih yang diolah menghasilkan 487 kilogram tembaga. Sedangkan rata-rata hasil perolehan emas jauh lebih sedikit, yaitu hanya 0,37 gram dari setiap ton bijih yang diolah.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
» PETANI TEMBAKAU VIRGINIA LOMBOK MINTA MINYAK TANAH
01/05/2009 12:38 pm | 1 Comment
» INDONESIA DILECEHKAN INTERNASIONAL
01/05/2009 02:00 am | 1 Comment
» BARU 300 UNIT OMPRONGAN NON MINYAK TANAH
01/04/2009 08:35 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge