MATARAM - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) masih pertimbangkan untuk melanjutkan eksplorasi tambang tembaga dan emas di kawasan Dodo Rinti Kabupaten Sumbawa setelah base campnya dibakar warga Ropang, 2006 lalu. Sebab selain melibatkan banyak pekerja juga fasilitas yang harus diinvestasikan di lokasi tersebut. ”Karena itu harus diperhitungkan dulu resikonya,” ucap Senior Manajer Hubungan Eksternal PT NNT Malik Salim, Jum’at (19/1).
Malik Salim mengemukakannya usai acara penyerahan 81 proyek fisik senilai Rp24,5 miliar berupa gedung sekolah, bendungan, embung dan lainnya sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (Community Development-Comdev) PT NNT. Menurutnya, meskipun baru tahap eksplorasi, PT NNT sudah memberikan program Comdev berupa jalan dan donasi untuk desa. ”Bahkan terakhir kali juga melakukan upaya pembentukan yayasan,” katanya.
Tidak hanya melibatkan pekerja dari luar daerah untuk melakukan eksplorasi. Juga warga setempat dilibatkan.
Jadi tidaknya kawasan Dodo Rinti ditambang oleh PT NNT, disebutkan Malik Salim, tergantung studi kelayakannya. ”Kalau tidak ekonomis, investor manapun juga tidak akan dating,” ujarnya.
Base camp PT NNT di kawasan hutan Dodo telah dibakar dan dirusak oleh warga Ropang yang mengaku tidak dipenuhinya tuntutan memberikan dana yang diinginkan. Saat ini, para pelaku perusakan tersebut sedang diadili di PN Sumbawa Besar.(supriyantho khafid)


