Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 22 January 2007 • SOSIAL

MATARAM - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerima bantuan gedung sekolah, bendungan, embung, puskesmas, pasar, jembatan dan fasilitas olahraga sejumlah 81 proyek senilai Rp24,5 miliar dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Kesemuanya diterima oleh Bupati KSB Zulifli Muhadli dari Senior Manajer Hubungan Eksternal PT NNT Malik Salim di SMP Negeri 2 Benete, Jum’at (19/1) siang.

Bantuan pembangunan gedung sekolah dan lainnya tersebut adalah kelanjutan dari program pengembangan masyarakat perusahaan tambang asal Amerika Serikat terhadap masyarakat lingkar tambang. Sedangkan sebelumnya, selama 10 tahun terakhir terhitung 1996 hingga 2005, telah memberikan bantuan berbagai bentuk termasuk beasiswa keseluruhannya senilai Rp250 miliar.

SMP Negeri 2 Benete, yang dibangun dua tahap menghabiskan dana pembangunan Rp480 juta, yang pelaksanaan pekerjaannya juga dipercayakan kepada kontraktor lokal KSB, menjadikan masyarakat terbantu. Setidak-tidaknya, anak-anak usia sekolah SMP dan SMA tidak harus menempuh perjalanan hingga 25 kilometer dari desanya. Belum lagi kondisi jalan yang berat penuh tanjakan dan tikungan.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala SMPN 2 Benete Syamsudin, menampung siswa dari desa Maluk dan Benete di sekitarnya. Sehingga 162 orang siswa kelas satu dan dua yang ditampungnya tidak lagi harus sekolah di Jereweh atau Sekongkang. ”Sebelumnya Newmont membantu sewa transportasi,” katanya. Ketua Komite Sekolah SMPN 2 Benete Lalu Sujarwadi mengucapkan syukurnya. Sebab selama ini ia menyekolahkan anaknya di Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat di Lombok yang berjarak tempuh enam jam perjalanan darat dan laut. ”Sebab lebih praktis dari pada harus ke Sekongkang atau Jereweh karena tidak menjamin belajarnya,” ucapnya.

Sejak menambang tembaga dan hasil ikutannya perak dan emas, sebagai kontrak sosialnya kepada masyarakat lingkar tambang, PT NNT sudah menetapkan empat pilar program pengembangan masyarakatnya. Yaitu pengembangan kesehatan, pendidikan, infra struktur dan ekonomi. Senior Manajer Hubungan Eksternal PT NNT Malik Salim mengatakan bahwa proyek ini untuk kepentingan masyarakat sebagai program pengembangan kapasitas. ”Agar kelak mampu bersaing dan antisipasi kalau tambang berakhir,” ujar Malik Salim, putra daerah KSB yang merupakan pejabat tertinggi orang Indonesia di PT NNT.

Bupati KSB Zulifli Muhadli yang menerima penyerahan kontribusi PT NNT di daerah lingkar tambang tersebut menyatakannya sebagai program pengembangan masyarakat yang sukses dan berhasil. Di sana, program pengembangan masyarakat biasa disebut community development atau disingkat comdev). ”Saya khawatir kalau dana comdevnya dimasukkan dalam APBD tidak sebaik kalau ditangani comdevnya Newmont,” katanya. Apalagi, kwalitas pekerjaannya walaupun diserahkan kepada kontraktor lokal pun sangat berkwalitas. ”Kenapa kalau comdev yang menangani bisa baik,” ucapnya membandingkan dengan pelaksanaan proyek APBD.

Perihal bantuan fisik, General Supervisor Infrastructure Wagimin Hadi Sastra mengemukakan rata-rata setiap tahunnya nilainya Rp15 miliar guna penyediaan bangunan yang diperuntukkan masyarakat. Malahan, 2007 ini mencapai US $ 1,6 juta. Antara lain berupa bangunan gedung TK, SMP, SMA, madrasah, mesjid,  mandi cuci kakus (MCK), puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, irigasi.
 
Senior Supervisor untuk Social Development Faozan Maulad mengatakan dana comdev di bidang pendidikan non fisik selama setahun terakhir, 2006, mencapai Rp1,3 miliar. Antara lain digunakan untuk pelatihan guru, seminar, insentif guru dan operasional sekolah. Bahkan juga memberikan pendidikan non formal. Tidak termasuk dana beasiswa yang diberikan kepada 800 siswa dan mahasiswa hingga S3 hingga Rp1,6  setahunnya. Hingga kini jumlah warga yang telah menerima beasiswa 5.000 orang.

Di bidang pertanian pun untuk menjamin keberhasilan panen tanaman padinya masyarakat, telah ada tiga bendung dan dua embung yang mampu mengairi lahan sawah seluas 900 hektar. Yaitu Bendung Talonang di dusun Tatar, Bendung Senutuk Aik Kangkung, Bendung Plampo’o Sekongkang. Lainnya embung Pujua di Tongo dan Batu Bangkong di Benete. Kalau dulunya, satu kali panen pun tergantung air hujan yang turun, kini bisa tiga kali panen menggunakan pola tanam padi, palawija atau sayuran. ”Dulu keberhasilannya masih nebak-nebak,” kata Kordinator Bidang Pertanian Muhammad Atek Zambani. Terakhir, disediakan bibit padi hybrida dari Balai Penelitian Pengembangan Tanaman Padi Sukamandi Jawa Barat untuk 10 desa yang masing-masing satu hektar sebagai uji tanam.(supriyantho khafid)

1 Comment »
  • awas jgn pernah terkecoh dengan kenikmatan sesaat, pulau ini masih terjajah, proyek comdev harus dicermati dgn penuh seksama. 25th lagi apa jadinya NTB, penuh limbah penyakit dimana2.karena kerakusan dan ketamakan manusia

    Comment by husnul fuad — January 28, 2007 @ 2:28 am

  • Leave a comment








    Recent Comments