MATARAM - Geowisata di Kabupaten Sumbawa Barat dijadikan contoh wisata kebumian di Indonesia. Sebagai bagian dari wisata alam, obyeknya lengkap. Tidak hanya berupa Karst dan goa, sungai dan danau, juga bisa melihat aktivitas tambang tembaga, perak dan emas PT Newmont Nusa Tenggara yang masih dalam masa operasional. Bahkan ada tambang tradisional yang berada di Lamuntet Desa Bangkat Monte Kecamatan Brang Rea dan Seloto Taliwang.
Adanya potensi geowisata di Kabupaten Sumbawa Barat ini adalah merupakan bagian dari posisi Sumbawa yang berada di jalur lintasan wisata warisan dunia (world heritage tourism). Yaitu lintasan Sulawesi - Bali - Komodo yang sudah dikenal luas di kalangan wisatawan mancanegara. Berdasar kajian data sekunder dan peta geologi lembar Sumbawa diperoleh gambaran tentang aspek dan karakteristik obyek geologi yang berpotensi mempunyai daya tarik wisata. ”Geowisata contoh di Sumbawa Barat ini sudah dua kali diseminarkan. Sebentar lagi juga akan diseminarkan kembali untuk memantapkannya,” ujar Wakil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat Heryadi Rachmat.
Ia menyebutkan Karst merupakan fenomena alam geologi unik dan spesifik dimana bagian proses dan produknya masih dapat teramatai dengan jelas dan dapat dibedakan dengan fenomena geologi lainnya (gunung api, tektonik dan lainnya). Karstifikasi adalah proses pelarutan pada batu gamping oleh air, yang menghasilkan bentang alam dan bentuk geometri yang khas, baik di permukaan (eksokarst) dan di bawah permukaan tanah (endokarst). Keberadaan goa-goa Karst di kawasan Jereweh Sumbawa Barat, memperlihatkan fenomena alam geologi yang dinamis yang dicerminkan oleh terbentuknya ornamen gua stalaktit, stalakmit, flowstone dan lainnya.
Kawasan wisata Goa Jereweh terdiri dari perbukitan bergelombang yang tersusun oleh satuan batu gamping berlapis, batu gamping koal (terumbu) dan satuan batuan vulkanik lingkungan laut dan beberapa tubuh batuan terobosan. Satuan batu gamping membentuk deretan bukit-bukit kerucut pada umumnya adalah batu gamping terumbu. Umumnya memiliki mulut goa yang lebarnya lebih dua meter dan bisa dimasuki manusia hingga kedalaman 50 meter. Di dalamnya terdapat stalaktit, stalakmit, flow stone sebagai hasil proses pelarutan batu gamping oleh air, dan jenis-jenis ornamen goa lainnya baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif (fosil).
Lorong-lorong di dalam goa tersebut pada umumnya sebagian tertutup oleh endapan - tanah yang dihanyutkan oleh air pada musim hujan sehingga kadang-kadang sulit dimasuki orang. Beberapa jenis fauna yang ada di dalamnya adalah katak, kelelawar, walet, sriti. Di dalam goa Beru terdapat pula bekas air terjun yang kering dan sebuah ventilasi pada ruang goa yang berukuran empat kali lima meter yang ketinggiannya kurang lebih 15 meter.
Adapun wisata ke pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara, Heryadi Rachmat menyatakan sudah memperoleh dukungan dari manajemen. Alternatifnya, menggunakan jalur bukit, jalan rutin dan kereta gantung.(supriyantho khafid)


