MATARAM - Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) akan menyediakan 5.000 unit rumah untuk membantu pegawai negeri sipil (PNS) yang belum memiliki rumah sendiri. Prioritas diberikan kepada PNS golongan I dan II dan minimal lima tahun pengabdiannya. Rumah tersebut dibangun secara bertahap menggunakan aset milik Pemprop NTB sendiri. Pemilikan rumah ini dibantu Badan Pelaksana Tabungan Perumahan (Bapeltarum).
Untuk penyediaan rumah tersebut, Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra mengatakan akan menyiapkan fasilitas infrastruktur berupa jalan, drainage dan keperluan lainnya. Rumah PNS ini kapling siap bangun. ”Rumah ini juga diharapkan bisa membantu mereka yang akan pensiun tapi belum punya rumah,” ujarnya, Senin (8/1) siang.
Jumlah karyawan PNS di lingkungan Sekretariat Daerah NTB mencapai 1.000 orang dan yang berada di lingkungan kantor dinas dan badan mencapai lebih 20.000 orang.
Sesuai surat Gubernur NTB Nomor : 045.2/1181.Kepeg perihal penawaran pembangunan perumahan dengan fasilitas Bapeltarum, para kepala dinas di lingkungan Pemprop NTB telah diminta untuk mendaftar para pegawai yang berhak mendapatkan rumah tersebut. Biro Kepegawaian Sekretariat Daerah NTB juga ditugasi untuk melakukan verifikasi. ”Jatah rumah ini bukan untuk pegawai yang sudah punya rumah. Ini bukan untuk investasi,” kata Kepala Bagian Humas Pemprop NTB Lalu Gite Aryadi.
Untuk pembangunan rumah PNS tersebut, menurut Gubernur NTB Lalu Serinata akan menanda tangani kesepahaman dengan Menteri Perumahan Rakyat di Jakarta, Selasa (9/1). Sebelumnya didahului dilakukan pembahasan kebijakan perumahan layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Adapun rumah yang ditawarkan mulai dari tipe 27, 36, 50, 70 atau tipe lainnya.
Sesuai data Badan Pusat Statistik tahun 2004, sumber kepemilikan rumah masyarakat yang membangun sendiri 68,4 persen, pengembang 3,4 persen, koperasi 0,2 persen, perorangan 2,1 persen, beli bukan baru 6,9 persen, rumah dinas 0,4 persen, dan lain-lain diantaranya berasal dari warisan 18,5 persen.(supriyantho khafid)


