MATARAM - Proyek pembangunan bandara internasional Lombok di Desa Tanak Awu segera dilaksanakan. Pelaksana pra konstruksi sudah ditetapkan oleh PT Angkas Pura (AP) I. Dan proyek senilai Rp665 miliar tanpa menggunakan dana APBN. Selain dana sendiri PT Angkasa Pura I sebesar Rp115 miliar, keikut sertaan dana Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Rp40 miliar, juga menggunakan dana penjualan obligasi yang dijamin pemerintah sebesar Rp400 miliar.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemprop NTB Lalu Gite Aryadi mengatakan Gubernur NTB Lalu Serinata sudah menerima penegasan General Manajer PT AP I di Bandara Selaparang I Nyoman Suwetja Putra, Sabtu (6/1). Surat tertanggal 3 Januari 2007 Nomor : AP.1.19/TK.00.3/2007GMK-B. ”Bismillah. Ini langkah maju. Mari kita semua dan rakyat di lokasi bersatu padu membangun,” ujar Gite mengutip Gubernur NTB Lalu Serinata.
Adapun empat pekerjaan pra konstruksi adalah pemindahan saluran irigasi yang berada di lahan bandara dipercayakan kepada PT Tri Perkasa Amininda, pekerjaan land clearing oleh PT Bahagia Bangun Nusa, pekerjaan pembangunan tiga pos jaga dan 1 guardhouse serta 1 pos polisi oleh PT Rinjani SHC, dan pekerjaan jasa penyusunan studi AMDAL oleh PT Wiratman Associated.
Sebelumnya, tim Komisi V DPR RI yang dipimpin Yosep Umar Hadi sewaktu melakukan kunjungan kerja tidak mengetahui adanya perencanaan dana APBN untuk pembangunan bandara internasional Lombok yang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan dibangun dan akhir Desember 2006 lalu, secara mendadak langsung Wakil Presiden Yusuf Kalla meninjau lokasi dan menegaskan bandara tersebut akan bisa selesai 2009.(supriyantho khafid)


