Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 3 January 2007 • TOKOH

MATARAM - Artis cantik Marissa Haque menjadi serbuan peserta acara pencanangan Puncak Aksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan 2006 di dusun Empol Desa Sekotong Tengah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (28/12) siang. Ratusan orang silih berganti merubunginya di tribun kehormatan, hingga papan panggung ambles. Marissa Haque yang mengenakan busana muslim warna pink muda, senyum terus dan melayani mereka yang ingin berpose hingga 30 menit, sampai pejabat protokol Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelamatkannya dari serbuan bukan hanya kaum perempuan tetapi juga laki-laki. Berpindah ke lokasi tanam pohon memorial di belakang tribun kehormatan.

”Masya Allah. Aku berbahagia. Masyarakat masih melihat saya sebagai anggota DPR RI yang bisa dipercaya dan artis. Ini salah satu buki aku masih DPR lho,” ucapnya sewaktu ditemui masih diantara kerumunan yang juga ikut berpindah mengerubunginya.

Ketika ditanya statusnya di DPR RI, ia lantang menegaskan dirinya masih anggota DPR RI walaupun sudah dipecat oleh Fraksi PDI-P. Kehadirannya di Lombok menghadiri acara di Lombok Barat tersebut, adalah satu-satunya anggota PDI-P di DPR RI. Bersamanya adalah anggota DPR RI dari PKB, PAN, PKS. Sambil senyum mengembang, ia mengatakan keberadaannya di DPR RI karena diangkat menggunakan surat keputusan Presiden dan pemberhentiannya pun mestinya melalui surat keputusan Presiden. ”Saya tidak bisa dipecat pak Taufiq Kiemas. Tergantung pak SBY memecat saya. Apa sayang sama saya atau enggak,” ucapnya.

Mengenai kekalahannya dalam pemilihan kepala daerah di Provinsi Banten, Marissa Haque pun menyatakan belum. ”Belum kalah sayang. Kita meng-bupati Bekasi-kan Atut, begitu,” ujarnya. Yang disebut Atut adalah Ratu Atut yang pelaksana tugas Gubernur Banten dan memenangkan pemilihan tetapi selama pencalonannya tidak berhenti terlebih dahulu selama enam bulan sebelum waktunya pemilihan. Hanya menjalani cuti. Karena itu ia mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Serang. Pilkada Banten yang berlangsung 26 Nopember lalu disebutnya sebagai produk cacat hukum. Dicontohkannya kemudian Bupati Bekasi yang dianulir kemenangannya karena tidak berhenti dari jabatannya sewaktu menyalonkan diri lagi.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia - yang sedang menempuh S3 di Institut Pertanian Bogor kemungkinan tahun depan bisa selesai - juga bisa punya pendapat mengenai lingkungan hidup. Menegaskan perlunya diubah status Kementerian Lingkungan Hidup yang non porto folio - dianggapnya tidak punya kekuasaan walaupun ada Undang-Undang tetapi dikalahkan undang-undang otonomi daerah. Menunggu hasil pemilu 2009 nanti, hendaknya dilakukan perubahan menjadi Departemen Lingkungan Hidup. ”Tidak punya gigi karena sekarang agak sulit. Kementerian Lingkungan Hidup menjadi mandul,” ucapnya.

Selain mengenai Kementerian Lingkungan Hidup, Marissa Haque pun punya pendapat terkotak-kotaknya penanganan pertanian - dalam arti luas - sehingga terjadi tumpang tindih. Ditunjuknya adanya Departemen Pertanian, Departemen Perikanan dan Kelautan, Departemen Kehutanan. ”Yang lain dari Menteri Pertanian itu mejadi Menteri Muda saja,” katanya.(supriyantho khafid)

5 Comments »
  • Marissa Haque luar biasa… Cantik, baik, pintar, beriman…Wuaaahhh…segalanyalah. Saya kagum banget sama perempuan Ibu muda satu itu.

    Comment by Vinny — February 16, 2007 @ 1:59 am

  • Kalau Marissa itu cantik dan baik, kenapa ya setiap melihat Ratu Atut saya merasa mual terus? Barangkali karena kepalsuan wajahnya ya? entahlah. Tapi rasanya muak saja sama Ratu Atut itu.

    Comment by Tatu Chasanah — February 16, 2007 @ 2:00 am

  • Otak dan kecantikan memang kelihatannya dianugerahkan Allah kepada mbak Marissa Haque. Bahagianya sang suami yang menyuntingnya.

    Comment by Merah Delima — February 16, 2007 @ 2:02 am

  • “Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Mengeluh Stafnya Banyak Diperiksa sebagai Koruptor

    Rabu, 09 Mei 2007 | 10:25 WIB

    TEMPO Interaktif, Serang:Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengeluhkan gencarnya pemeriksaan kepolisian dan kejaksaan terhadap proyek dan program yang dilaksanakan jajarannya.

    “Pusing saya. Bukannya tak setuju, tapi kalau sedikit-sedikit main periksa, para pejabat jadi ketakutan dan tidak melakukan apa-apa,” ujarnya kepada wartawan Rabu (9/5) pagi.

    Dia mengatakan maraknya proses pemeriksaan itu membuat pejabat di jajarannya kesulitan menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan jadwal kerja dan agenda kegiatan rapat.

    “Ibu sebetulnya sepakat dengan aparat hukum bahwa hukum harus ditegakkan, tapi terkait dengan pemeriksaan pejabat, tolong tetapkan dulu dasar hukum pemeriksaannya secara jelas, jangan hanya gara-gara SMS atau surat kaleng, mereka langsung diperiksa,” kata Atut.

    Kerepotan bertambah, kata Atut, bila terjadi tumpang tindih materi pemeriksaan antara polisi dan jaksa dengan objek pemeriksaan atas satu kegiatan atau proyek pembangunan yang sama.

    Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten, Firdaus Dewilmar, mengatakan keresahan pejabat yang timbul akibat pemeriksaan itu sangat tidak beralasan karena pemeriksaan tidak dilakukan sembarangan dan batas-batasnya sudah jelas diatur undang-undang.

    “Jadi, kalau pejabatnya merasa tak bersalah, mengapa harus takut,” kata Firdaus. Dia juga menyangkan sikap pejabat yang terlibat masalah dan ingin mencari jalan pintas dengan menempuh berbagai cara, termasuk berusaha memberi suap sehingga kerap jadi objek pemerasan.

    Firdaus juga mengatakan tidak pernah terjadi tumpang tindih pemeriksaan kasus antara jaksa dan polisi karena bidang tugas serta mekanisme koordinasi berjalan dengan baik. “Setelah polisi selesai memeriksa berkasnya, tentu dilimpahkan kepada jaksa. Demikian pula jaksa akan selalu diberi tahu bila ada pejabat yang akan diperiksa polisi sehingga jaksa tidak akan lagi melakukan pemeriksaan,” katanya.

    Faidil Akbar

    Comment by Adhi Suryadarma Golkar — May 18, 2007 @ 12:57 pm

  • Sabtu, 30 Agustus 2008 10:14

    KOMENTAR FANS MARISSA HAQUE Kapanlagi.com - Artis papan atas Marissa Haque mengatakan bahwa dirinya gelisah dunia entertainment yang selalu menyorot artis dari sisi popularitas saja. Sudah saatnya artis yang memang berlatar akademis tidak hanya disorot keartisannya. Marissa menunjuk Baim, mantan vokalis Ada Band dan Artika Sari Devi yang yang keduanya lulusan sarjana S-2 hukum.

    “Selalu saja kami disorot dari sisi artis. Saya jarang dimintai pendapat tentang hal lain di luar keartisan. Bagi publik, hal itu juga membuat image artis tidak cerdas. Saya ingin jadi akademisi negarawati sejati,” kata Marissa Haque, saat berbincang dengan KapanLagi.com di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Jumat (29/8).

    Wanita kelahiran Balikpapan 15 Oktober 1962 ini mengatakan bahwa dirinya 2-3 pekan lagi lulus sarjana S3 dari IPB jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Selain itu, Marissa juga sedang kuliah magister S2 di MM UGM jurusan Human Resources and Organization. Selain di UGM, Marissa juga mengambil jurusan S2 Magister Humaniora di Unika Atmajaya Jakarta dengan spesialisasi pengajaran untuk anak tuna rungu.

    Pada kesempatan di Yogyakarta ini Marissa terpilih sebagai Duta batik Adiningrat dan batik Ningrat. Batik Adiningrat beralamat di Malioboro 73, dan batik Ningrat di Jalan Maliboro 23 ini merupakan gerai bisnis retail batik Pertiwi Group. Penandantanganan Marissa dipilih sebagai Duta batik Adiningrat dan Batik Ningrat MOU Marissa sebagai duta batik tersebut dimulai sejak 1 Agustus kemarin, dengan kurun waktu 1 tahun lamanya.

    “Saya sangat bersyukur bisa menjadi duta batik, karena saya mencintai karya Indonesia. Apalagi melihat perkembangan batik yang berjalan begitu pesat. Rancangan dari batik pun beraneka ragam dan pakaiannya sudah menjadi suatu rancangan yang modern,” ujar Marissa yang juga Ketua bidang Lembaga Keuangan Mikro Syariah Partai PPP ini.

    Saat di Hotel Grand Mercure Yogyakarta kemarin, Marissa juga panjang lebar bertutur tentang batik, lingkungan, hukum, dan persoalan politik.

    Hilman Hakim, Manager Operasional Pertiwi Grup mengatakan, setahun penuh Pertiwi Grup akan memakai jasa Marissa sebagai media promosi produk batiknya. Marissa adalah publik figur cerdas. Ia juga tak terimbas isu dari perkawinannya dengan Ikang Fawzi. (kpl/tia)

    Lihat Foto Marissa Haque di Yogyakarta

    Comment by Ratu Atut Chosiyah, SE, MM — September 1, 2008 @ 1:28 am

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
    11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
    » KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
    11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
    » PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
    11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
    » BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
    11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
    » PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
    11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge