Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 26 December 2006 • KRIMINAL

MATARAM - Wayan Sukarda alias Barak, 28 tahun, warga Pagesangan Mataram ditangkap polisi, Selasa (26/12) sekitar pukul 08.20 waktu Indonesia Tengah. Jum’at (22/12) dini hari lalu ia diduga telah melakukan pembunuhan terhadap istri keduanya Ida Ayu Rekawati, 30 tahun yang sedang hamil empat bulan, dan dua orang anaknya sendiri dari istri pertamanya Devi, 6 tahun dan Sinta, 4 tahun di kamar 60 hotel Sudi Inn Cakranegara.

Penangkapan Barak dilakukan di atas taksi yang ditumpanginya sewaktu melaju di Jalan Sriwijaya setelah polisi berhasil menyadap telepon yang kelima kalinya terhadap bibinya, Nengah Parwini. ”Kami akan melakukan tes kejiwaan nanti,” ujar Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort Kota Mataram Komisaris Pol Ronny Azwawie kepada LombokNews di kantornya, Selasa (26/12) siang.

Tiga jenazah Ida Ayu Rekawati, Devi dan Sinta ditemukan polisi setelah menerima telepon berulang kali yang diduga berasal dari Barak memberitahukan adanya korban di tempatnya menginap tersebut. Pada leher Ida Ayu Rekawati terdapat bekas jeratan tali dan ketiganya ditemukan berbuih akibat obat serangga Baygon. Katanya, setelah ditemukan istrinya meninggal, ia membunuh dua orang anaknya sendiri tersebut dengan cara menenggelamkan ke dalam bak mandi bercampur Baygon.

Sesuai informasi yang disampaikan oleh Barak kepada Nengah Parwini, ia semula menyatakan akan menyerahkan diri pada hari istrinya dan dua orang anaknya tersebut dikubur. Jenazah Ida Ayu Rekawati, Devi dan Sinta memang dikubur Selasa siang. Sewaktu menelepon Nengah Parwini, ia minta disiapkan mobil untuk menjemputnya tetapi belum disebutkan lokasinya.

Polisi yang sudah melakukan penyadapan mengetahui Barak menelpon dari Wartel Erlina di Jalan Banteng. Ini adalah wartel lain setelah biasanya ia menelpon dari Wartel Dwi Tunggal di Rembiga. Selama tiga hari terakhir ia menginap di Nang Homestay di Rembiga milik kawannya. Dari pelacakan polisi dibantu operator Lombok Taxi diketahui posisinya dan kemudian berhasil ditangkapnya di Jalan Sriwijaya. Karena diketahui membawa Baygon, ia kemudian dibawa ke RSU Bayangkara untuk menjalani penanganan darurat dan sekitar pukul 12 Waktu Indonesia Tengah Barak kemudian dibawa ke Markas Polres Mataram. 

Kepala Bagian Operasional Polresta Mataram Kompol Ronny Azwawie mengatakan kemungkinan Barak akan dikenai pasal 340 pembunuhan berencana yang mengakibatkan tiga jiwa istri dan dua orang anaknya sendiri tewas. Ronny menduga perbuatan yang dilakukannya tersebut, menyimak dari surat Barak kepada Nengah Parwini, terkesan sakit hati karena dirinya tertekan.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Pungutan Tunjangan Sertifikasi Guru Di Lombok Timur Dan Mataram
04/13/2014 02:50 am | 1 Comment
» Teluk Ekas Lombok Penghasil Tunggal Bibit Udang Lobster
04/11/2014 09:40 am | 1 Comment
» Pemprov NTB Mutasi 8 Pejabat
04/10/2014 08:29 pm | 2 Comments
» Pelanggaran Kampanye Di Radio-TV Se NTB
03/25/2014 01:04 pm | 1 Comment
» BENDUNGAN PANDAN DURI SUWANGI MULAI DIBANGUN MELALUI TELEKONFERENSI
03/20/2014 03:46 am | 1 Comment
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com