MATARAM - Penularan penyakit flu burung (avian influenza atau H5N1) sudah menjalar ke lima dari sembilan daerah kabupaten-kota se Nusa Tenggara Barat (NTB). Kasusnya menyerang antar unggas Untuk mengantisipasi penyebaran flu burung dari luar daerah seperti Bali dan Jawa, surat keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor : 71 Tahun 2004 tentang penolakan dan pencegahan unggas antar-pulau, ayam afkir tetap diberlakukan hingga saat ini. Selain itu SK Gubernur NTB tertanggal 13 September 2006 yang melarang pengiriman ternak seperti kerbau, sapi, kambing dari pulau Sumbawa ke pulau . Lombok juga masih tetap diberlakukan.
Pelarangan tersebut karena pulau Lombok sejak 1997 lalu dinyatakan sebagai daerah yang aman dari penyakit ternak, sementara P. Sumbawa selama ini dikenal sebagai daerah endemik tertular penyakit Ngorok. Tidak hanya penyakit Ngorok, pulau Sumbawa juga kerap kali ditemukan hewan ternak kerbau, sapi dan kambing terjangkit penyakit anthrax.
Kepala Dinas Peternakan NTB Abdul Muthalib mengemukakannya sewaktu ditemui seusai pembukaan lokakarya advokasi flu burung di Senggigi Lombok Barat, Kamis (21/12). ”Setiap ditemukan di suatu daerah, langsung dilakukan vaksinasi bahkan pemusnahan,” ujarnya. Karenanya, belum ada seorang pun warga di lingkungan unggas yang terkena flu burung tersebut mengalami penularan.
Kasus flu burung yang ditemukan tersebut antara lain, di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat ditemukan pada ayam pedaging, di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur pada ayam potong, di Kecamatan Donggo dan Kecamatan Sape Kabupaten Bima pada ayam buras, di Kecamatan RasanaE Timur dan RasanaE Barat kota Bima pada ayam boiler dan itik. Kasus terakhir ditemukan pada ayam Bangkok di Kecamatan Praya, Lombok Tengah, ”Kasus terakhir di Lombok Tengah tersebut sudah positif H5N1, anehnya hanya satu kasus dan tidak pernah muncul lagi,”ucapnya.
Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra meminta diberikannya pemahaman kepada masyarakat. Utamanya tentang pencegahan dan penyebarannya. Informasi yang benar dan akurat tentang flu burung sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya kejadian penularan yang dapat mengakibatkan kepanikan.(supriyantho khafid)


