Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 15 December 2006 • KRIMINAL

MATARAM - Satu album lagu-lagu Sasak Lombok karya pemusik Ahmad Bagis, 52 tahun, dibajak di Malaysia. Berisi 10 judul lagu yang diciptakannya sendiri beredar dijual di berbagai tempat di Malaysia dengan harga 15 Ringgit Malaysia. Diperkirakan sudah 5.000 keping compact disc (CD) yang sudah beredar negeri jiran tersebut. Padahal, pencipta yang sekaligus merekamnya dalam kemasan CD berjudul Cidomo, baru mengedarkan 100 keping di Mataram saja.

Album Cidomo melibatkan penyanyi lokal Azis Alkaff, Husin Smith dan Syeha yang dibiayai sendiri oleh Ahmad Bagis sebesar Rp22 juta untuk 1.000 keping diketahui adanya pembajakan setelah menerima informasi dari tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Barat. ”CD yang dibawanya itu label harganya Malaysia,” ujarnya, Kamis (14/12).

Adapun lagu-lagu Sasak yang diciptakannya antara lain bejudul Cidomo, Dedare Bideng, Desdare Inges dan Tebilen Lalo. Ecerannya di Mataram seharga Rp10.000-Rp12.500. 

Ahmad Bagis mengaku kesulitan untuk menyelesaikan proses pembajakan tersebut ke polisi. Ia mengemukakan bahwa prosedur hukumnya terlalu rumit. Misalnya untuk keperluan hak cipta harus memiliki copy hak cipta yang dipersyaratkan adanya  not balok dan not angka. Padahal musisi kampung di NTB tidak paham. ”Yang sudah jelas pelaku pembajakannya saja tidak dapat diselesaikan,” katanya.

Ini terkait dengan perkara pembajakan lagu dangdut juga produksi lokal yang jelas pelakunya namun tidak berhasil diproses hukum. ”Percuma lapor polisi karena tidak punya kekuatan hukum,” ucapnya.(supriyantho khafid)

2 Comments »
  • Simpati untuk Pak Bagis…
    Bagaimana insdustri musik daerah ataupun industri lainnya mau maju kalau hal-hal semacam ini terus terjadi…
    Mereka yg bajak punya duit dan pemerintah yang seharusnya melindungi hasil karya intelektual warga negaranya harus menempuh berbagai upaya untuk mengambil hak yang semestinya.
    Apalagi untuk membuat hak paten masih sulit sekali, contohnya saja motif songket Sukarara yang kemudian dijiplak seenaknya oleh peihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pemerintah hanya mengamaini.
    Bagaimana kreatifitas akan berkembang bila skenario pembajakan ini masih dibiarkan…
    Untuk Pak Bagis…. Terus berkreasi namun dengan hari-hati…
    Saya pribadi sangat bangga untuk memiliki (baca: membeli) karya orang-orang Lombok seperti musik, buku, dsb.
    Jaya terus industri kreatif Lombok…

    Comment by Lalu Ari BZ — May 12, 2009 @ 4:28 pm

  • Mule menu amaq kake, laguk tenang the bae. Arak “nenek” sak maha adil ye bales amalan the sak lestarikan budayen te mensak. Tetep Berkarya… Semangat!!!!!

    Comment by Arma — July 22, 2009 @ 7:14 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
    05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
    » KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
    05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
    » HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
    05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
    » DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
    05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
    » SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
    05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com