MATARAM - Anggota Kepolisian Resort Mataram melakukan operasi diteksi dini di berbagai lokasi rawan narkoba selama sepekan terakhir ini. Di Bandara Selaparang, Rabu (6/12) siang, mereka yang dibantu Unit Satwa Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melibatkan dua ekor anjing pelacak mengendus semua barang penumpang dan cargo.
Operasi yang dipimpin oleh Kepala Bagian Operasional Komisaris Pol Ronny Azwawi bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Pol Eko Hadi Prayitno, memulai di terminal internasional. Semua bagasi penumpang yang hendak berangkat ke Kuala Lumpur disisir memeriksa bagasi penumpang yang ada di terminal internasional.
Tidak mendapatkan temuan di sana, kemudia penyisiran dilakukan terhadap cargo di gudang PT Krisna Multi Sarana Indonesia. Ada tiga koli cargo kiriman milik LSM yang memiliki kegiatan di bidang kesehatan asal Jerman membuat dua ekor anjing Ascot Delaterate dan Bardo Von Manzi bereaksi mencakar-cakar kardus. Hand detector Garrett pun mengeluarkan alarm sewaktu didekatkan.
Cargo yang pengirimnya beralamat di Departemen Kesehatan di Jakarta itu dan penerimanya pun beralamat di baru tiba diangkut Merpati dari Denpasar segera disisihkan dan penerimanya yang namanya tertera di label penerima, diminta datang. Setelah hadir dan dibuka satu persatu, yang diketahui isinya sesuai dokumen hanya berupa kalender 2007.
Kepala Bagian Operasional Komisaris Pol Ronny Azwawi mengatakan, bahwa anjing pelacak tersebut mengendus cargo tersebut karena semula berasal dari lingkungan kesehatan dan juga berasal dari luar negeri. ”Kemungkinan aroma lingkungan lamanya mempengaruhi,” ujarnya.
Sebelumnya, Sabtu (2/12) malam, Kepolisian Resort Mataram juga melakukan razia di kawasan santai anak-anak muda Jalan Udayana, kawasan pantai dan diskotik yang berada di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat. Razia ini juga merupakan bagian dari kewaspadaan terhadap munculnya teror bom karena Lombok Nusa Tenggara Barat dikawatirkan menjadi satu dari 10 daerah di Indonesia yang rawan.(supriyantho khafid)


