MATARAM - Lembaga Pemasyarakatan Mataram dirazia narkoba secara mendadak oleh Kepolisian Resort Mataram, Kamis (7/12) siang. 200 anggota polisi laki-laki dan perempuan disertai dua ekor anjing pelacak menyisir kamar-kamar yang dihuni 294 orang nara pidana dan tahanan yang ada di dalamnya. Reaksi penghuninya yang 63 orang diantaranya terlibat narkoba, bermacam-macam. Ada yang berada di kamar lantai atas nomor 7 A dan 8 A Blok Gaharu utamanya napi dan tahanan narkoba hiruk pikut berteriak-teriak memaki-maki menyebut nama polisi. ”Gorok..Martawan..gorok Martawan,” teriaknya. Tapi polisi yang disebut tidak ikut serta pada aksi razia tersebut.
Anggota Polres Mataram yang datang sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Tengah, diakui Kepala Lembaga Pemasyarakatan Mataram Jauhar Fardin kedatangannya mengagetkan, tidak bisa langsung masuk ke kamar-kamar. Untuk masuk melalui pintu gerbang memerlukan waktu lima menit. Kemudian agar bisa segera mendatangi kamar langsung juga memerlukan kordinasi sekitar 15 menit. Sewaktu dua ekor anjing pelacak narkoba Ascot Delaterate dan Bardo Von Manzi juga hendak dibawa masuk, harus dibicarakan terlebih dahulu. ”Apa mereka tidak marah ya kalau anjing masuk kamar,” kata Jauhar Fardin.
Si pawang anjing mengatakan bahwa anjingnya hanya tidak masuk ke tempat ibadah. Dikatakannya bahwa kepekaan anjingnya bisa mencium aroma narkoba yang dibawa angin. Dan hingga selesai razia, termasuk ke kamar khusus Awing seorang bandar narkoba besar di Mataram, tidak ditemukan adanya simpanan para nara pidana dan tahanan.
Jauhar Fardin kepada wartawan mengatakan pihaknya memang meminta polisi untuk melakukan razia narkoba. Ini dilakukannya mengingat informasi yang berkembang dan didengarnya, ada sindikasi narkoba yang memasok ke dalam. ”Kami memang meminta dirazia walau sekarang ini saya sendiri tidak tahu kalau datang tiba-tiba,” ucapnya.
Ia pun mengemukakan bahwa Jum’at (8/12) sore, Direktur Khusus Narkotik Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia Sihabudin akan bertemu para kepala Lembaga Pemasyarakatan se Nusa Tenggara Barat di Lombok.
Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort Mataram Komisaris Pol Ronny Azwawi mengakui adanya kesepakatan bersama untuk tindak razia narkoba. Tetapi tindak razia kali ini adalah inisiatif sendiri. ”Ini untuk menjaga kemungkinan terjadinya aliran masuk kepada pemakai di dalam sini,” ujar Ronny sesaat keluar dari pintu gerbang utama Lembaga Pemasyarakatan Mataram.(supriyantho khafid)


