MATARAM - Sejumlah sekolah terutama Sekolah Dasar (SD) di kota Bima terpaksa menggelar proses belajar mengajar di halaman sekolah menyusul pasca gempa bumi Jumat malam (1/12) lalu. Sebagaimana diketahui sejumlah rumah penduduk, fasilitas umum, fasilitas social termasuk diantaranya bangunan sekolah.mengalami rusak berat dan ringan.
Hasil inventarisasi sementara yang dihimpun Pemerintah kota (Pemkot) Bima sebanyak 8 bangunan sekolah mengalami rusak parah berat dan beberapa diantaranya rusak ringan. Selain itu sebanyak 19 rumah penduduk rubuh, 87 rumah mengalami rusak berat serta ratusan rumah lainnya rusak ringan. Kerusakan terparah adalah di Rasanae Timur. Sejumlah sekolah terpaksa menjalani proses belajar mengajar di halaman, sedikitnya ada lima sekolah yang meminta bantuan terpal untuk membangun tenda tempat siswa bernaung untuk menerima pelajaran berikut sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
Karena banyaknya bangunan sekolah yang mengalami rusak serta rasa khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih besar sehingga proses belajar siswa dilakukan di halaman sekolah. Selasa (5/12), Wakil Walikota Bima H. Umar H Abubakar mengatakan, sebanyak lima sekolah meminta terpal kepada Pemkot Bima untuk membangun tenda di halaman sekolah yang hendak digunakan untuk bernaung dan melakukan proses belajar mengajar.
Sampai Selasa siang, fasilitas penting seperti listrik air minum, jalur transportasi darat maupun fasilitas bandara Salahuddin tidak mengalami banyak gangguan, ”Listrik sempat terganggu pada hari pertama setelah itu normal kembali,”kata Umar. Langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemkot Bima saat ini diantaranya dengan menyalurkan beras, supermi, air minum kepada masyarakat korban gempa bumi dengan kekuatan 5,8 Skala Richter tersebut.
Untuk melakukan rehabilitasi terhadap rumah penduduk maupun fasilitas lainnya yang mengalami kerusakan Pemkot Bima saat ini hanya mengandalkan dana dari pos bencana alam yang masih tersisa Rp400 juta dari yang dianggarkan tahun lalu Rp1,5 Milyar dan sebagian telah dimanfaatkan untuk bantuan bencana banjir dan kebakaran. Kerugian fisik akibat gempa bumi yang mengguncang kota Bima dan sekitar pada Jumat malam lalu mencapai Rp2 Milyar, ”Karena itu untuk merehabilitir sejumlah kerusakan sarana fisik lainnya kita tetap mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat,”kata H. Umar H. Abubakar
Umar mengatakan, terhadap rumah penduduk yang rusak segera akan dipugar dengan jatah biaya masing-masing rumah Rp3 juta, ”Kita akan segera rehab dan saat ini sedang diidentifikasi,” katanya. Sementara itu jatah 51 ton beras dari 100 ton sisa tahun yang dialokasikan untuk tanggap darurat, ternyata belum bisa diambil di Bulog untuk didistribuksikan oleh Pemkot Bima kepada masyarakat korban gempa. Karena lanjut Umar, prosedurnya diusulkan terlebih dahulu melalui Dinas Sosial ke Perum Bulog NTB.(supriyantho khafid)


