Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 20 November 2006 • HUKUM

MATARAM - Pengusaha nasional keturunan Tionghoa Tong Djoe, 81 tahun, meminta pemerintah tidak menyalahkan orang lain apabila Pemerintah Singapura tidak meladeni permintaan kesepakatan ekstradisi terhadap para warga negera Indonesia yang membawa harta negara ke negeri pulau tersebut. Selain itu, juga tidak membuat takut orang lain.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya bicara saja. Tetapi juga memberitahu cara penanganannya. Sebab, tidak semua pelarian itu bermaksud jahat. ”Yang penting, sudah waktunya membersihkan rumah kita sendiri,” ujarnya, Senin (20/11).

Dikatakannya bahwa sudah waktunya membersihkan rumah sendiri adalah mencegah terjadinya perbuatan korup guna menjaga orang lari ke luar negeri. Mereka yang dinyatakan buron itu adalah orang dagang. Kalau oknum aparat tidak menyetujui apa yang diminta pengusaha, tentunya yang bersangkutan tidak bisa berbuat apa-apa. Menurut Tong Djoe yang berbicara penuh filosofis, jangan hendaknya menyalahkan orang lain yang sudah berbuat baik tetapi tidak dihargai.
 
Tong Djoe kelahiran Medan, 1927 yang tinggal dan berusaha di Singapura itu bukan tidak setuju permintaan ekstradisi. Namun disebutkan bahwa orang yang menyatakan sulitnya permintaan kesepakatan ekstradisi dari Pemerintah Singapura itu tidak memiliki kepercayaan diri.”Seharusnya kita melakukan pendekatan dan bekerja sama sampai aparat kita dipercaya,”katanya.

Ketika ditanya dirinya apakah sudah pernah berbicara dengan aparat Pemerintah Indonesia, Tong Djoe yang sering menjadi mediator dengan pemerintah negara tetangga, memerlukan berbicara dengan orang yang mengerti masalahnya agar bisa selesai.
 
Ia pun meminta anggota parlemen yang dipilih dan aparat pemerintah memberikan kesempatan para pengusaha untuk bekerja. Kalau ada kekurangan hendaknya diberitahu secara benar. Bukan pengusaha belum mulai bekerja sudah dilarang untuk melakukan sesuatu.

Mengenai perekonomian Indonesia, sebenarnya tidak ada kesulitan. Hanya kondisinya, ada ketakutan terhadap orang lain mendapatkan untung. ”Kalau kita takut susah akan tetap susah. Kalau kita masuk hutan jangan takut ketemu binatang,”ucapnya. (supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge