MATARAM - Pengusaha nasional keturunan Tionghoa Tong Djoe, 81 tahun, meminta pemerintah tidak menyalahkan orang lain apabila Pemerintah Singapura tidak meladeni permintaan kesepakatan ekstradisi terhadap para warga negera Indonesia yang membawa harta negara ke negeri pulau tersebut. Selain itu, juga tidak membuat takut orang lain.
Menurutnya, Indonesia tidak hanya bicara saja. Tetapi juga memberitahu cara penanganannya. Sebab, tidak semua pelarian itu bermaksud jahat. ”Yang penting, sudah waktunya membersihkan rumah kita sendiri,” ujarnya, Senin (20/11).
Dikatakannya bahwa sudah waktunya membersihkan rumah sendiri adalah mencegah terjadinya perbuatan korup guna menjaga orang lari ke luar negeri. Mereka yang dinyatakan buron itu adalah orang dagang. Kalau oknum aparat tidak menyetujui apa yang diminta pengusaha, tentunya yang bersangkutan tidak bisa berbuat apa-apa. Menurut Tong Djoe yang berbicara penuh filosofis, jangan hendaknya menyalahkan orang lain yang sudah berbuat baik tetapi tidak dihargai.
Tong Djoe kelahiran Medan, 1927 yang tinggal dan berusaha di Singapura itu bukan tidak setuju permintaan ekstradisi. Namun disebutkan bahwa orang yang menyatakan sulitnya permintaan kesepakatan ekstradisi dari Pemerintah Singapura itu tidak memiliki kepercayaan diri.”Seharusnya kita melakukan pendekatan dan bekerja sama sampai aparat kita dipercaya,”katanya.
Ketika ditanya dirinya apakah sudah pernah berbicara dengan aparat Pemerintah Indonesia, Tong Djoe yang sering menjadi mediator dengan pemerintah negara tetangga, memerlukan berbicara dengan orang yang mengerti masalahnya agar bisa selesai.
Ia pun meminta anggota parlemen yang dipilih dan aparat pemerintah memberikan kesempatan para pengusaha untuk bekerja. Kalau ada kekurangan hendaknya diberitahu secara benar. Bukan pengusaha belum mulai bekerja sudah dilarang untuk melakukan sesuatu.
Mengenai perekonomian Indonesia, sebenarnya tidak ada kesulitan. Hanya kondisinya, ada ketakutan terhadap orang lain mendapatkan untung. ”Kalau kita takut susah akan tetap susah. Kalau kita masuk hutan jangan takut ketemu binatang,”ucapnya. (supriyantho khafid)


