MATARAM - Untuk membuka isolasi wilayah selatan Lombok dan Sumbawa, dibuka rute baru penyeberangan kapal cepat dari Telong Elong Lombok Timur-Benete Sumbawa Barat. Rute baru ini dilakukan oleh KSB EXPRESS milik MV Barelang Surya Gemilang. Mulai Senin (20/11), rute tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat HB Thamrin Rayes di Benete. Rute baru ini juga merupakan penyeberangan pilihan lain yang waktu tempuhnya hanya 60 menit, untuk para karyawan perusahaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat yang berasal dari Lombok. ”Diharapkan, rute baru ini bisa menghidupkan transportasi dan ekonomi masyarakat sekitarnya,” kata Thamrin Rayes. Selama ini, mereka menggunakan kapal cepat Tenggara yang difasilitasi perusahaan, dari pelabuhan khusus Benete ke Labuan Kayangan dua kali sehari juga menggunakan bus DAMRI yang berangkat malam, melalui pelabuhan penyeberangan ASDP di Poto Tano ke Pelabuhan ASDP di Labuan Kayangan menempuh waktu perjalanan 90 menit. Menurut Direktur MV Barelang Surya Gemilang Sugiarta Tan, nilai investasinya mencapai lebih dari Rp10 miliar termasuk harga kapal cepatnya ini, akan mengisi rute empat kali pergi pulang. ”Kami optimis banyak penggunanya. Minimal 60 persen dari 200 seat bisa terisi,”ucapnya. Ini adalah kemitraan perdana Perusahaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Perusda KSB) dengan pengusaha. Pejabat Direktur Perusda KSB Nurdin Nur menjelaskan bahwa pihaknya yang baru memiliki modal sebesar Rp1 miliar, belum menyisihkan modalnya untuk kehadiran KSB EXPRESS tersebut. ”Kami baru memberikan fasilitas saja,” kata Nurdin. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang baru berusia tiga tahun setelah pemekaran dari kabupaten induk Sumbawa telah memulai melakukan kesepakatan kerja sama Pengembangan Investasi dengan pengusaha kapal keturunan Tionghoa kelahiran Medan Tong Djoe yang tinggal di Singapura. Pada upacara ulang tahun ke-3 di kota Taliwang, Bupati Sumbawa Barat Zulifli Muhadli bahkan memberikan penghargaan berupa medali antar bangsa kepada Tong Djoe, 81 tahun, sebagai duta investasi internasional. ”Saya ingin membantu memajukan daerah di Indonesia,” katanya.(supriyantho khafid)


