MATARAM - Galian tambang semakin dalam, PT Newmont Nusa Tenggara akan membangun terowongan saluran pipa air senilai US $ 220 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Adanya terowongan ini memudahkan menguras air yang tertimbun di dalam pit (lubang tambang) untuk memudahkan penambangan di tengah yang potensial kandungannya. Jum’at (17/11) pagi, melakukan pemaparan di aula Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat.
”Izin prinsip sudah didapat dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Manajer Hubungan Pemerintahan PT Newmont Nusa Tenggara Lalu Mahfi, seusai ekspose di depan para pejabat Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat Jalal menyebutkan bahwa semua perizinan berkaitan dengan kontrak karya yang dilakukan PT Newmont Nusa Tenggara dengan pemerintah pusat. ”Kami dijelaskan bahwa pembangunan terowongan tersebut tidak berdampak terhadap lingkungan,” katanya.
Terowongan ini diperlukan menjelang penggalian tambang hingga kedalaman minus 540 di atas permukaan laut. Saat ini kedalaman tambang baru minus 80 di atas permukaan laut. Kalau tetap menggunakan pipa dan mesin penyedot, operasional penambangan terganggu. Untuk keperluan terowongan tersebut, kawasan hutan yang diizinkan digunakan disekitar mulut terowongan, menurut Kepala Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat Baderun Zaenal, seluas 8,9 hektar
Menurut Manajer Humas PT Newmont Nusa Tenggara Kasan Mulyono, selama ini menggunakan pompa dan pipa yang dipasang sesuai kebutuhan. Walaupun pembiayaan pembangunan terowongan mahal dari semula pembiayaan pompa hanya US $ 120 juta menjadi US $ 220 juta, tetapi cara tersebut lebih efisien. ”Dalam studi kelayakan sudah ada disain terowongan. Sekarang dianggap opsi yang terbaik. Dan tidak ada dampak terhadap lingkungan,” ucapnya. Kalau menggunakan pompa, periode 2009-2012 genangan airnya mencapai 1,4 juta meter kubik maka menggunakan saluran terowongan pipa ini menjadi hanya 0,386 juta meter kubikĀ Waktu kosongnya lebih lama dari semula Juli-Nopember menjadi Mei-Nopember.
Selama ini karena banyak sekali halangannya, kinerja pompa air untuk dialihkan ke water treatment dam Santong kepentingan proses tambang hanya effektif selama tiga bulan atau beroperasi hanya selama tiga bulan. Menggunakan terowongan, tidak lagi digunakan pompa melalui permukaan lubang tambang menuju water treatment.(supriyantho khafid)


