MATARAM - Jum’at (17/11) pagi, tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Bali melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya Markas Komando Resort Militer 162 Wirabhakti Mataram yang terjadi Kamis (16/11) petang. Kebakaran yang diduga disebabkan hubungan arus pendek itu menghanguskan enam lokal ruang kerja staf Korem, termasuk ruang kerja Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art.Supriyatno dan Kepala Staf Korem 162 Wirabhakti Letkol Inf Utoh Zaendi.
”Kami meminta kepada pihak Forensik Polda Bali, melalui Kapolda NTB, untuk melakukan penyelidikan. Tapi dugaan kuat api bersumber dari konslet arus listrik,”kata Danrem, Kol Inf Supriyatno kepada wartawan, Jum’at (17/11).
Menurutnya, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari sejumlah personil Korem yang saat kejadian sedang berjaga di Makorem. Kerugian material yang ditimbulkan kebakaran tersebut mencapai Rp 500 juta. Namun dinyatakan tidak ada dokumen penting yang terbakar.
Meski diduga kebakaran berasal dari hubungan arus pendek di salah satu ruangan yang terbakar, namun penyebab pasti kebakaran Makorem itu masih diselidiki. Penyelidikan melibatkan tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Bali.
Jum’at (17/11) pagi, tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Bali itu didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mataram Ajun Komisaris Pol Eko Hadi Prayitno melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan. Mereka mengambil sejumlah sampel kabel listrik, dan arang sisa kebakaran untuk di uji forensik di Polda Bali.
Kegiatan di Makorem sudah berjalan normal, Jumat (17/11). Sejumlah staf yang ruang kerjanya terbakar, untuk sementara menggunakan aula Korem. ”Termasuk saya dan Kasrem ya sementara menggunakan aula Korem,” kata Supriyatno.(supriyantho khafid)


