MATARAM - Aksi penolakan kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush ke Jakarta dilakukan oleh para mahasiswa di Mataram, Sabtu (18/11) pagi. Dua kelompok yang berbeda masing-masing 100an orang, secara terpisah, mendatangi DPRD Nusa Tenggara Barat dan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.
”Negara kita telah dijajah secara tidak langsung,” ujar mereka yang berasal dari Forum Silaturrahim Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram dan Lembaga Dakwah Kampus Babul Hkmah Universitas Mataram. Kelompok lain dari unsur Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) juga
Sambil melakukan orasi menghujat Presiden Amerika Serikat itu, mereka juga melakukan pembakaran bendera dan model Presiden Amerika Serikat George W Bush di bawah tiang bendera Merah Putih di halaman kantor Sekretariat Daerah Nusa Tenggara Barat.
Di sana, para pendemo Bush tersebut semula dihalangi oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang semula menutup pintu gerbang tengah selatan. Tetapi para pendemo menjanjikan tidak ada kerusuhan. Sehingga setelah dipastikan tidak adanya pejabat yang menemuinya, mereka melakukan pembakaran bendera merah putih dan atribut lainnya termasuk boneka George W Bush.
Koordinator Umum Forum Silahturahmi Sunandar PS mengemukakan penolakan atas nama kemanusiaan, menolak segala bentuk intervensi, terutama dalam bentuk kapitalisme dan terorisme global. ”Pemerintah Indonesia hendaknya menasionalisasi perusahaan Amerika Serikat,” ucapnya. Juga mendesak pemerintah untuk menasionalisai Freeport Indonesia Indonesia Gorporation’
Para pendemo menyayangkan Pemerintah Indonesia yang mengeluarkan biaya hingga Rp6 miliar. Padahal warga Nusa Tenggara Barat memerlukan peningkatan kehidupannya dari ancaman busung lapar dan berbagai penyakit lainnya.(supriyantho khafid)


