MATARAM - Nusa Tenggara Barat masuk lima daerah unggulan pariwisata. Selama tiga tahun mendatang, dibina oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Setiap tahunnya, untuk kepentingan peningkatan kepariwisataannya mendapatkan pembiayaan sebesar Rp15 miliar.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Sahbidin Rifainy mengemukakannya di dalam forum kordinasi antar instansi di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/11). ”Kami menyiapkan disain destinasi baru untuk kepentingan program unggulan tersebut,” ujarnya, di depan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Bonyo Thamrin Rayes yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa bersama Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Nanang Samodra.
Adapun lima daerah unggulan yang ditetapkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata adalah Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
Nusa Tenggara Barat menyiapkan destinasi baru obyek wisata yang merupakan andalannya adalah wisata : alam, bahari, budaya, MICE (meeting, incentive, conference, exhibition), belanja, ziarah, religi, geowisata Tambora menyambut 200 tahun meletusnya gunung tersebut yang melenyapkan tiga kerajaan di sekitarnya dan mempengaruhi musim semi di Eropah.
Selain itu, juga untuk lebih memajukan kepariwisataan Nusa Tenggara Barat menyiapkan empat wilayah daerah tujuan wisata yaitu Taman Nasional Gunung Rinjani dan sekitarnya, Senggigi, Kerajaan Bima dan Kerajaan Sumbawa.
Nusa Tenggara Barat juga akan menata tampilan budaya lokal yang bisa digelar untuk wisatawan. Menurut Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Mahdi, akan diselenggarakan Kerapatan Adat atau musyawarah pemuka adat dan masyarakat di kedua daerah pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung 16 Desember mendatang, sehari sebelum dimulainya Pekan Apresiasi Budaya Nusa Tenggara Barat.
Mahdi mengemukakan materi pembicaraan Kerapatan Adat itu adalah untuk menentukan bentuk pagelaran budaya yang bisa ditampilkan untuk wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara dan kepentingan setempat. ”Supaya tidak ada kesan budaya yang dikomersilkan,” ujarnya.
Mengenai citra aman Nusa Tenggara Barat, Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Supriyatno mengingatkan perlunya para pemuda penganggur di sekitar kawasan wisata dipekerjakan sebagai tenaga pengamanan. Dan, ia juga mengemukakan perlunya wilayah tertutup hotel-hotel di daerah selatan Lombok Tengah. Adanya tembok sekeliling hotel diperlukan agar tidak mudah dijangkau orang-orang yang berbuat jahat. ”Sekarang ini sangat terbuka,” ujarnya.
Kepala Satuan Operasi II Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Hadi Gunawan menyatakan bahwa sebenarnya keadaan daerah aman. Tetapi adanya pemberitaan televisi tentang kerusuhan yang diakibatkan pertikaian antar kampung sehingga menimbulkan kecemasan wisatawan yang hendak berkunjung. ”Ini sangat mempengaruhi image daerah,” katanya.(supriyantho khafid)


