MATARAM - Markas Komando Resimen (Korem) 162 Wirabhakti di Jalan Pejanggik Mataram musnah terbakar, Kamis (16/11) petang sekitar pukul 17.45 menit Waktu Indonesia Tengah. Tidak ada satu ruang dan dokumen yang dapat diselamatkan. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kota Mataram yang terlambat datang tidak mampu mengatasinya. Bantuan mobil pemadam dari Bandara Selaparang tiba sekitar lebih satu jam kemudian sewaktu api masih menyala.
Adapun bangunan berukuran sekitar 1.200 meter persegi yang musnah terbakar adalah gedung utama yang dibangun pada tahun 1961 dan mengalami pemugaran pada tahun 1984. Di sana, ada ruang Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Suprayitno, Kepala Staf Korem 162 Wirabhakti Letkol Inf Utoh Zaendi. Di sayap timur terdapat ruang Kasi Operasi, Kasi Intelijen dan Kasi Logistik.
Anggota TNI yang berdatangan dalam waktu 25 menit berupaya menyelamatkan semua senjata yang berada di belakang ruang jaga pada bangunan sayap barat yang memang terpisah dari bangunan utama. Makorem 162 Wirabhakti berada di atas lahan seluas
Kebakaran diduga oleh Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Suprayitno akibat hubungan arus pendek yang tidak dipastikan lokasinya. Ia sebelumnya meninggalkan Makorem sekitar pukul 16.00 untuk menghadiri acara di Universitas 45 Mataram. ”Katanya di ruang depan. Saya duga akibat konslet,” katanya di sela upaya pemadam api yang masih menyala di kayu-kayu pintu dan jendela bangunan utama. Ikut mengawasi pemadaman api, Komandan Pangkalan Angkat Laut Mataram Kolonel Mar Marwan Mahmud, dan Komandan Pangkalan Udara Rembiga Letkol Lek IBK Swagata.
Sebelumnya, markas Komando Resimen 162 Wirabhakti ini diambil alih PT Varindo Lombok Inti. Nilainya, Rp8 miliar berupa bangunan baru seluas 1.800 meter persegi di atas lahan seluas 1,7 hektar di pinggiran selatan kota Mataram. Senin (6/11) pagi, pembangunan markas yang baru tersebut dimulai ditandai peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata. Rencananya, gedung baru berlantai dua tersebut diselesaikan dalam waktu tujuh bulan.dibangunkan,” katanya.(supriyantho khafid)


