MATARAM - Pemerintah Kabupaten Dompu menawarkan penduduk Porong yang terkena musibah semburan gas Lapindo ditawari peluang tinggal sebagai transmigran di Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu. Di sana, mereka memiliki pilihan sebagai petani, peternak ataupun nelayan. Ada lahan seluas 1.000 hektar yang dicadangkan sebagai lahan transmigrasi yang peruntukannya separo disediakan untuk pendatang dari luar Dompu.
Secara resmi melalui surat tawaran tersebut sudah dikemukakan kepada Tim Nasional Penanggulangan Lumpur dan juga Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). ”Tawaran kepada mereka ini untuk transfer ketrampilan kepada warga kami sendiri,” ujar Wakil Bupati Dompu Syaifurrahman Salman, di kediamannya, di Dompu, Sabtu (11/11) pagi.
Menurut Syaifurrahman yang semasa mahasiswa menjadi pegiat LSM pada Lembaga Penelitian dan Pendidikan dan Pengembangan Ekonomi Sosial (LP3ES), tanpa transfer keterampilan dirasakan lamban. ”Saya pikir tanpa transmigran agak lamban,” ucapnya. Luas lahan 1.000 hektar tersebut adalah milik negara yang selama ini kosong belum diolah. Keputusan pembukaan lahan transmigrasi di Nca Desa Karame Kecamatan Kilo sudah masuk perencanaan Depnakertrans.
Pemerintah Kabupaten Dompu sebelumnya telah melakukan kesepakatan dengan Bakri Capital Indonesia di bidang tanaman jarak. Di Calabai Kecamatan Pekat terdapat hutan jarak alami seluas 200 hektar yang pohonnya sebesar manusia yang diperkirakan usianya ratusan tahun. Selama ini Pekat adalah penghasil mete, pisang, ternak, kopi dan seterusnya dikembangkan perikanan melalui penangkapan skala besar.
Untuk mengembangkan perikanan, Pemerintah Kabupaten Dompu juga dikatakan telah melakukan pembicaraan dua kali dengan bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri dan bahkan juga datang langsung ke Dompu. Selain udang, juga memiliki potensi budi daya rumput laut juga besar karena dari kebutuhan 300 ton sebulan baru bisa dipenuhi sebanyak 10 ton. Tidak hanya Bakrie Capital saja yang meminati melakukan investasi tetapi juga pengusaha asal Malaysia dan Timur Tengah.
Saat ini, kawasan utara Kabupaten Dompu tersebut selama ini mengalami kesulitan prasarana transportasi karena 80 persen rusaknya jalan propinsi dari keseluruhan sepanjang 100an kilometer. Untuk mencapai jarak jalan dari kota Dompu ke Calabai memerlukan empat jam waktu tempuh.(supriyantho khafid)


