Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 13 November 2006 • HANKAM

MATARAM - Pukul 19.15 Waktu Indonesia Tengah, bertempat ruang pertemuan Sheraton Senggigi Resort Lombok dilangsungkan penanda tanganan kerangka kerja sama keamanan antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Penanda tanganan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Nur Hasan Wirayuda dan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer.

Dalam naskah yang ditanda tangani tersebut, meliputi kerja sama pertahanan, penegakan hukum, pemberantasan terorisme, intelijen, maritim, keselamatan dan keamanan penerbangan, tanggap darurat bencana alam dan yang serupa, organisasi internasional yang terkait dengan masalah keamanan, pengertian antara masyarakat dan antar orang.

Untuk selanjutnya, kerja sama ini akan dilakukan dialog melalui Forum Tingkat Menteri Indonesia Australia (Indonesia Australia Ministerial Forum).

Sewaktu menyampaikan sambutannya, Menteri Luar Negeri Nur Hasan Wirayuda mengharapkan tidak ada menyampuri urusan dalam negeri, tidak mendukung atau partisipasi untuk kegiatan orang atau lembaga yang mencampuri stabilitas kedaulatan dan integritas wilayah lain termasuk melakukan kegiatan separatisme yang ditujukan kepada pihak lain. ”Untuk menyelesaikannya dilakukan secara damai, tidak menggunakan ancaman ataupun kekerasan. Terhadap integritas teritorial dan kemerdekaan salah satu pihak,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer juga menyinggung masalah terorisme dan separatisme. Dalam arti luas, ia sepakat soal terorisme sebagain kebutuhan kedua negara. Namun menyinggung masalah separatisme, apabila ada kelompok atau Non Goverment Organization (NGO) yang melakukannya di negerinya, Australia, tetap mengacu kepada hukum dan aturan di Australia. ”Saya harus menghormati ketentuan hukum di negara kami. Tidak bisa ikut campur,” katanya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR RI Djoko Susilo menanggapi gembira adanya perjanjian tersebut. ”Saya kira suatu landasan yang baik untuk selanjutnya. Tetapi harus dicermati jangan sampai diakali oleh Australia,” ucapnya. Karena sudah berkali-kali diakali oleh Australia. Harus benar-benar mencermati perundingan yang terjadi ini. Kemudian penerapannnya harus sesuai kesepakatan.

Menurutnya, dulu sudah pernah ada kerja sama seperti itu tetapi nyatanya mereka memberikan bantuan kepada orang-orang OPM (organisasi papua merdeka). ”OPM itu kan teroris. Ini kan tidak sesuai,” ujarnya. Oleh karena itu setelah ditanda tangani mereka masih tetap mendukung OPM, ya harus dipertanyakan lagi konsistensinya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge