MATARAM - Markas Komando Resimen (Korem) 162 Wirabhakti di atas lahan seluas 50 are di tengah kota Mataram diambil alih PT Varindo Lombok Inti. Nilainya, Rp8 miliar berupa bangunan baru seluas 1.800 meter persegi di atas lahan seluas 1,7 hektar di pinggiran selatan kota Mataram. Senin (6/11) pagi, pembangunan markas yang baru tersebut dimulai ditandai peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata. Rencananya, gedung baru berlantai dua tersebut diselesaikan dalam waktu tujuh bulan.
Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Supriyatno menyebut tukar-tukaran markasnya tersebut sebagai okupasi yang diizinkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat. ”Okupasi itu pertukaran asset oleh pihak kedua. Proses pergantian yang ada kompensasinya bangunan,” ujarnya.
Sebagai inisiatifnya berdalih lokasi lama yang terletak di jalan protokol kota Mataram, sudah tidak memadai, bentuk dan fungsinya. Penggunaannya selanjutnya nanti diserahkan kepada Varindo Lombok Inti. ”Untuk apa terserah. Yang penting saya minta markas baru dibangunkan,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya diuntungkan karena nilainya lebih menguntungkan mendapatkan markas baru walaupun di pinggiran kota Mataram. Sewaktu berbicara sebagai pengantar kata, Suprayitno meminta Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata, Walikota Mataram Moh.Ruslan dan Bupati Lombok Barat Iskandar ikut membantu melengkapi tambahan ruang koperasi dan lainnya. ”Saya tidak minta duit. Silahkan bantuannya langsung kepada pelaksana konstruksinya,” ucapnya.
Direktur PT Varindo Lombok Inti Izzat Husin menolak pertukaran lokasi ini sebagai hubungan bisnis tetapi bentuk pengabdian perusahaannya. Katanya, Varindo dimintai tolong untuk membangunkan gedung yang baru di tempat yang luas. ”Siapa lagi kalau bukan kami yang melakukannya,” ujarnya.
Gubernur Nusa Tnggara Barat Lalu Serinata mengatakan perlunya daya dukung memadai kantopr pusat pengendali operasional. ”Di jantung kota Mataram memang sempit. Kurang representatif,” katanya.(supriyantho khafid)


