MATARAM - Dua orang warga penduduk Dusun Orong Gili Gede Desa Pelangan Kabupaten Lombok Barat secara terpisah menemukan dua unit proyektil bom aktif buatan Rusia peninggalan Perang Dunia Kedua, Ahad (5/11) pagi. Keduanya menancap pada kedalaman 50 sentimeter berjarak 200 meter. Kini, kedua bom tersebut diamankan di markas komando Brimob Daerah Nusa Tenggara Barat di Sekip-Ampenan.
Menurut Kepala Unit Gegana Brimob Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Satu Pol Lamirin, keduanya ditemukan secara terpisah di rumah Arpah dan Ahmad. ”Kedua bom tersebut waktu itu diduga dijatuhkan untuk merusak aktifivitas transportasi darat dan laut,” ujarnya.
Untuk diketahui bahwa di daerah tersebut, ada wilayah pertahanan tentara Jepang yang berdekatan dengan selat Lombok. Di sana, lokasinya menghadap ke arah barat berseberangan dengan pulau Nusa Penida Bali, strategis untuk memantau lintasan kapal ke Samudera Indonesia.
Di rumah Arpah, bom tersebut berukuran panjang 77 sentimeter, diameter 24 sentimeter dan lingkarannya 77 sentimeter ditemukan sewaktu menggali pondasi rumah. Sedangkan lainnya, berukuran panjang 73 sentimeter, diameter 28 sentimeter dan lingkarannya 73 sentiemter didapati Ahmad sewaktu menggali lubang di dekat bangunan Berugak (tempat duduk-duduk khas Sasak).
Mengingat seringnya ditemukan adanya peninggalan bom di sana, pihak Brimobda Nusa Tenggara Barat akan melakukan penyisiran ulang. Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai dan segera melaporkan adanya temuan benda yang tidak dikenal.(supriyantho khafid)

