MATARAM - Satu peti jenazah TKI asal Kuala Lumpur Malaysia atas nama Sopian Hariadi terlantar karena tidak dikenal alamatnya. Sejak kedatangannya menggunakan angkutan cargo Garuda Jakarta via Yogyakarta, Sabtu (28/10) siang pukul 14.00 Waktu Indonesia Tengah, belum ada yang mengaku keluarganya mengambil di gudang cargo sebelah barat di Bandara Selaparang.
Wakil Supervisor PT Krisna Multi Sarana Indonesia - operator warehouse di bandara Selaparang - Wendra Setyoko, menjelaskan bahwa tidak ada kejelasan alamat keluarga jenazah. ”Sudah berulang kali menghubungi nomor seluler yang tertera di pembungkus peti jenazah tetapi salah nomor,” ujarnya.
Pada penutup peti hanya tertulis nama jenazah, alamat yang tertulis tidak tepat yaitu Sak Barat Kecamatan Langsar Kabupaten Mataram. Dokumen kematian jenazah pun tidak ada dilampirkan. Yang ada hanyalah telex dan surat pengantar dari Garuda. Semestinya, biasanya disertai dokumen Sijil Kematian dari pejabat Malaysia, copy paspor dan surat dari kepolisian Malaysia.
Wendra Setyoko juga menyebutkan bahwa biasanya bila ada pengiriman jenazah TKI, pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia yang memberangkatkan sudah mengetahui terlebih dahulu dan kemudian memberitahukan keluarga TKI-nya. Karena itu, pagi ini akan mendatangi kepala desa dan camat Lingsar untuk menyampaikan adanya peti jenazah Sopian Hariadi tersebut. Kalau tidak ditemukan keluarganya, rencananya akan dialihkan ke RSU Mataram.
Hingga Ahad (29/10) siang pukul 09.53 Waktu Indonesia Tengah, saat berita ini dikirimkan, ada warga Lingsar Kabupaten Lombok Barat dan pegawai Dinas Tenaga Kerja yang mendatangi gudang cargo Garuda untuk mencari kejelasan jenazah. ”Tetapi tidak bisa diperoleh kejelasannya kalau di bandara. Karena tertutup kan, ” kata seorang personil KP3 Bandara Selaparang.(supriyantho khafid)


