MATARAM – Untuk keselamatan penumpang transportasi darat, setiap awak bus malam harus melalui pemeriksaan diteksi alkohol dan narkoba yang dilakukan oleh Kedokteran Kesehatan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Dokkes Polda NTB) yang pembiayaannya disediakan oleh PT Pesero Jasa Raharja. Satu jam sebelum bus diberangkatkan, para awak bus seluruhnya harus mendatangi meja Dokkes Polda NTB di depan kantor Terminal Bus Mandalika Mataram.
Adanya diteksi alkohol dan narkoba tersebut dilihat oleh Gubernur NTB Lalu Serinata bersama Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Supriyatno, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Mataram Kolonel Marinir Marwan Mahmud, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Letkol Lek IBK Swagata dan Direktur Lalu Lintas Polda NTB Ajun Komisaris Besar Fatkhur Rohman, Jum’at (20/10). ”Fasilitas diteksi dini ini untuk menghindari adanya musibah,” kata Kepala Cabang PT Pesero Jasa Raharja Wan Anwar
Tidak hanya diteksi saja. Tetapi di sana mereka yang merasa kurang sehat juga bisa mendapatkan obat-obatan yang disediakan. ”Jumlahnya tidak terbatas sesuai kebutuhan para awak bus yang memerlukannya,” kata Wan Anwar.
Sedangkan arus mudik lebaran mulai terasa mengalir melalui Terminal Bus Mandalika, Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Bandara Selaparang di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuan penumpang adalah Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta. Sesuai penjelasan Kepala Terminal Mandalika Abdul Karim, sudah terjadi peningkatan jumlah unit bus yang diberangkatkan oleh masing-masing perusahaan. ”Masing-masing tujuan bisa menambah dua unit,” katanya. Adapun jumlah bus tujuan Malang tiga unit, Surabaya 10 unit, Semarang empat unit, Yogyakarta tiga unit, dan Jakarta 10 unit.
Di Bandara Selaparang, selama tiga hari terakhir, sesuai penjelasan Airport Duty Manager Suwardi, telah meningkat terus jumlah penumpang yang datang. Kalau pada H-7 kedatangan penumpang 850 orang seharinya, maka pada H-6 menjadi 1.021 orang dan H-5 sebanyak 1.071. Manajer Garuda Mataram Muhammad Frederik Kaisiepo mengatakan telah terjadi peningkatan hingga 20 persen. Kalau semula isian penumpang 80 persen maka sekarang bisa terpenuhi hingga 100 persen. ”Sesuai prediksi, puncaknya H-3,” katanya. Sedangkan arus balik terjadi 26-30 Oktober.
Gubernur NTB Lalu Serinata menyebut arus mudik kali ini lebih baik dari sebelumnya. ”Ada tes pengemudi dan para awaknya. Roda bus juga bagus. Keamanan harus tetap diwaspadai,” ucapnya. Para pengemudi menurutnya berhak menolak menjalankan kendaraannya apabila tidak sempurna fasilitasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan adanya pasar tumpah di sepanjang jalan arah timur di pulau Lombok dan pulau Sumbawa.(supriyantho khafid)


