Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Saturday, 21 October 2006 • ILMU DAN TEKNOLOGI

MATARAM - Ijtima’ (hitungan bulan baru) berdasarkan edar bumi, bulan dan matahari adalah Ahad (22/10) pukul 13.14 Waktu Indonesia Tengah sebelum maghrib. Karena itu penetapan 1 Syawal menggunakan modifikasi program Accurate Times 5.1 dari Jordan Astronomical Society (JAS) adalah Senin (23/10). Sehingga bulan Ramadhan hanya berumur 29 hari.

Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Nanang Samodra KA yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an NTB dan Ketua Umum Pengurus Masjid Raya At-Taqwa Mataram menjelaskan perhitungan tibanya 1 Syawal, menjelang berbuka puasa Jum’at (20/10) di rumahnya. ”Penetapan tersebut berdasarkan matematika. Bukan ilmu agama asli,” ujarnya.

Merskipun demikian, untuk prosedural pemerintah, akan dilakukan pemantauan visual dan sidang di Pantai Malimbu Lombok Barat, Ahad (22/10) petang. Ini untuk membuktikan hasil hisab dengan rukyat. Menurutnya, penjelasan cara penetapan berdasar program JAS sebagai prediksi awal tersebut dikemukakan agar banyak yang mengetahui. Tidak hanya mendengar kata orang lain sehingga ikut-ikutan membicarakan kepastian tibanya 1 Syawal.

Dijelaskan bahwa pada hari Ahad (22/10), posisi matahari terbenam pukul 18.11 Waktu Indonesia Tengah pada azimut 255 (sedikit ke utaradi bagian barat) lebih awal tiga menit dibanding bulan yang terletak pada posisi 258. Sedikitnya perbedaan tersebut karenanya tidak bisa dilihat.

Dipantau menggunakan peta dunia, dari pembagian lima wilayah dunia, bulan hanya bisa dilihat menggunakan mata telanjang sedikit dari wilayah Amerika. Ada wilayah yang tidak bisa melihat sama sekali, ada yang bisa melihat menggunakan alat. Adapun bulan pada hari Senin (23/10) sudah bisa dilihat lebih banyak wilayah.

Disebutkan bahwa setiap harinya pergerakan bulan mengalami kelambatan 40 menit. Pada saat bertemu itu 29 koma sekian hari yang digenapkan satu bulan – 29 hari atau 30 hari. Kalau penganut paham rukyat tidak bisa melihat bulan maka usia bulan digenapkan 30 hari. Kemudian ia mengutip penegasan bahwa apabila tidak bisa melihat hilal maka puasa digenapkan 30 hari. ”Saya menafsirkan kata-kata melihat adalah mempelajari, memahami, dan menghitung. Bukan sekadar melihat visualnya saja,” katanya.

Sesuai ketentuan pergantian waktu secara internasional dimulai tengah malam pukul 00.00. Sedangkan secara Islam pada saat maghrib. Sebelumnya ia menyebutkan bahwa puasa jatuh pada tanggal 24 September 2006 karena ijtima’ terjadi tanggal 22 September 2006 pukul 19.45 Waktu Indonesia Tengah (setelah maghrib) sehingga bulan Sya’ban digenapkan 30 hari.

Menurutnya, perhitungan menggunakan program tersebut, diyakininya berdasar peredaran benda langit sudah tetap. Jadi untuk sekian ribu tahun sudah bisa terditeksi sejak dini seperti akan terjadinya komet yang akan muncul pada waktunya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge