MATARAM - Rencana pembangunan bandara internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah semakin dipastikan sumber dananya. Selasa (17/10) sore di kantor pusat PT Angkasa Pura (AP) I di Kemayoran Jakarta, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata dan Direktur Utama PT AP I Bambang Darwanto menanda tangani nota kesepahaman (MoU) pembiayaannnya.
Dari kebutuhan dana pembangunan fisik bandara sebesar Rp650 miliar, Pemerintah Provinsi NTB sudah memastikan menyiapkan dana APBD secara bertahap selama lima tahun sebesar Rp110 miliar. Rencananya pula, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga akan menyiapkan dana sebesar Rp40 miliar. Selanjutnya, selebihnya akan dibiayai anggaran internal PT AP I dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan fisiknya sedang dilakukan penyusunan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL), disain, dan proses pelelangannya. Setelah dilaksanakannya pembangunan yang dimulai 2006 ini, dijadwalkan bisa selesai dalam waktu tiga tahun mendatang, kemungkinan bisa mulai operasional Tahun 2009.
Direktur Utama PT AP I Bambang Darwanto mengatakan bentuk keikut sertaan pembiayaan oleh Pemprop NTB tersebut mendorong segera dibangunnya BIL. ”Tidak ada alasan mundur walau ada pihak yang berupaya menghambat,” ujarnya. Terlebih lagi, rencana pembangunannya sudah mendapatkan dukungan dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sedangkan Gubernur NTB Lalu Serinata mengemukakan bahwa setelah ditanda tanganinya MoU tersebut, PT AP I diminta lebih cepat melaksanakannya agar lahan seluas 538 hektar yang sudah selesai dibebaskan sejak Tahun 1996 lalu, tidak menjadi lahan tidak bertuan. ”Kalau dibiarkan memberi peluang oknum melakukan provokasi,” ucapnya.
Setelah penanda tanganan MoU tersebut, seperti dikemukakan oleh Kepala Bagian Humas Pemprop NTB Lalu Gita Aryadi kepada LombokNews.Com, Rabu (18/10) pagi, tidak ada masalah sengketa tanahnya yang harus diperbincangkan. ”Baik gubernur NTB maupun PT AP I menolak tawaran mediasi dari Komnas HAM,” katanya.(supriyantho khafid)


