Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 19 October 2006 • TRANSPORTASI

MATARAM - Rencana pembangunan bandara internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah semakin dipastikan sumber dananya. Selasa (17/10) sore di kantor pusat PT Angkasa Pura (AP) I di Kemayoran Jakarta, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata dan Direktur Utama PT AP I Bambang Darwanto menanda tangani nota kesepahaman (MoU) pembiayaannnya.

Dari kebutuhan dana pembangunan fisik bandara sebesar Rp650 miliar, Pemerintah Provinsi NTB sudah memastikan menyiapkan dana APBD secara bertahap selama lima tahun sebesar Rp110 miliar. Rencananya pula, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga akan menyiapkan dana sebesar Rp40 miliar. Selanjutnya, selebihnya akan dibiayai anggaran internal PT AP I dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan fisiknya sedang dilakukan penyusunan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL), disain, dan proses pelelangannya. Setelah dilaksanakannya pembangunan yang dimulai 2006 ini, dijadwalkan bisa selesai dalam waktu tiga tahun mendatang, kemungkinan bisa mulai operasional Tahun 2009.

Direktur Utama PT AP I Bambang Darwanto mengatakan bentuk keikut sertaan pembiayaan oleh Pemprop NTB tersebut mendorong segera dibangunnya BIL. ”Tidak ada alasan mundur walau ada pihak yang berupaya menghambat,” ujarnya. Terlebih lagi, rencana pembangunannya sudah mendapatkan dukungan dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sedangkan Gubernur NTB Lalu Serinata mengemukakan bahwa setelah ditanda tanganinya MoU tersebut, PT AP I diminta lebih cepat melaksanakannya agar lahan seluas 538 hektar yang sudah selesai dibebaskan sejak Tahun 1996 lalu, tidak menjadi lahan tidak bertuan. ”Kalau dibiarkan memberi peluang oknum melakukan provokasi,” ucapnya.

Setelah penanda tanganan MoU tersebut, seperti dikemukakan oleh Kepala Bagian Humas Pemprop NTB Lalu Gita Aryadi kepada LombokNews.Com, Rabu (18/10) pagi, tidak ada masalah sengketa tanahnya yang harus diperbincangkan. ”Baik gubernur NTB maupun PT AP I menolak tawaran mediasi dari Komnas HAM,” katanya.(supriyantho khafid)

11 Comments »
  • jangan dikoropsi dana-dananya ingat rahasia ilahi he………..10000x

    Comment by zulfan — November 13, 2006 @ 3:23 pm

  • cepetan dong buatnya jangan omong tok……….. sayakan juga pengen kerja disana

    Comment by yusril — November 13, 2006 @ 3:25 pm

  • buat aja…………………….
    masaak hari gini masi domestik

    Comment by ike — November 13, 2006 @ 3:27 pm

  • kalau udah jadi, tu bule yang dateng suruh pakaian yang sopan

    Comment by ani — November 13, 2006 @ 3:29 pm

  • kalau udah jadi bule2 yang datang suruh pakaian yang sopan

    Comment by ani — November 13, 2006 @ 3:30 pm

  • sya sangat setuju…… itu akan meningkatkan sumber pendapatan daerah dan perkapita

    Comment by wayan — November 13, 2006 @ 3:32 pm

  • buatnya buruan yaaaaa
    jangan hiraukan anjing menggonggong, kapilah tetap berlalu

    Comment by dewi ariani — November 13, 2006 @ 3:34 pm

  • jangan terlalu memaksakan diri

    Comment by anton parmono — November 13, 2006 @ 3:35 pm

  • yang bilang maksain diri tu orang goblokkkkkkk

    Comment by septiko eka n — November 13, 2006 @ 3:36 pm

  • keadilan selalu tidak berpihak kepada rakyat kecil yang tertindas khususnya masyarakat petani disekitar wilayah tanak awu yang lahan sawah mereka dalam waktu dekat ini dijadikan bandara internasional, ini sangat memprihatinkan kalu mendengar dan melihat apabila benar2 bandara internasional terealisasikan dalam waktu dekat ini, yang menambah menyakitkan hati kita, dimana para birokrat2 didaerah maupun pemerintah pusat menyetujui rencana pembangunan bandara internasional ditanak awu sehingga ini memunculkan sebuah pertanyaan dimana keadilan itu? setelah runtuhnya rezim orde baru yang otoriter nampaknya terus berlanjut meski sekarang kita tengah merasakan alam demokrasi, demokrasi apa? demokrasi tai kucing kali….wacana demokrasi yang hanya dijadikan topeng kejahatan dari birokrat2 yang memiliki jiwa kerdil yang tidak memiliki rasa cinta sedikitpun terhadap rakyatnya yang selalu mereka tindas. marilah kita bersama2 untuk mengatakan tidak setuju dengan rencana pembangunan bandara internasional di tanak awu yang hanya menguntungkan segelintir orang saja, dan jelas2 menyakitkan hati rakyat kecil yang lahan sawahnya ingin di jadikan bandara, lebih2 dana untuk pembangunan fisik bandara yang mencapai miliaran rupiah, apakah sebaiknya dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik di wilayah2 desa tertinggal di lombok, yang jelas2 sangat layak untuk mendapatkan pembangunan fisik di desa mereka.

    Comment by samudra asmarantaka — February 28, 2007 @ 3:54 am

  • yah…aku belum bisa komentar banyak soal bandara itu coz tesis ku belum selese…ntar aja kalo dah selese aku kasi komentar hasil penelitianku…kebetulan penelitianku soal KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL….
    menurutku seh… pembangunan itu penting, tapi aspek human resource building tidak kalah penting… terkait kebijakan yang ada, apakah pembangunan tersebut sudah sesuai dengan substansi kebijakan pubik apa gak????!!!!!

    Comment by adigol — December 28, 2007 @ 2:35 am

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
    11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
    » KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
    11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
    » PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
    11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
    » BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
    11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
    » PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
    11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge