MATARAM - Lebih seratusan milyar rupiah dana pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak terkordinasi. Masing-masing melakukan program sendiri. Ada program untuk pedesaan, nelayan, keluarga berencana dan penanggulangan kemiskinan di perkotaan. Kemiskinan penduduk di daerah pun tidak jelas patokan datanya karena tidak semuanya menggunakan angka Badan Pusat Statistik. Hasil pencapaian pelaksanaan programnya secara keseluruhan juga tidak diketahui.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) NTB Lalu Kusdirman mengemukakannya, Selasa (17/10). ”Seharusnya satu pintu. Tidak masing instansi melakukannya sendiri,” ucapnya.
Selain itu, Kusdirman juga menyesalkan penyelenggaraan lomba desa yang dinilainya berlebihan penyambutan para penilainya dari Pemerintah Propinsi NTB. Sebab, semua pembiayaan yang berlebihan menjadi beban masyarakat dan adanya titipan dari daerah agar memenangkan desanya. BPM NTB sendiri telah menyelenggarakan lomba bidan desa dan perawat teladan yang kunjungan penilaiannya dilakukan secara diam-diam.
Di NTB terdapat 20 kecamatan di tiga kabupaten Lombok Barat. Lombok Tengah dan Dompu penerima dana Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang jumlah dananya bervariasi. Tergantung penduduknya kurang dari 15.000 jiwa memperoleh Rp500 juta. Yang penduduknya 15.000 - 25.000 jiwa diberikan Rp750 juta dan yang penduduknya lebih 25.000 jiwa menerima Rp1 miliar. Dana tersebut berasal dari pemerintah pusat sebesar 80 persen dan dari APBD-nya 20 persen.
Selama tiga tahun terakhir ini, NTB menerima Rp63 miliar asal dana pinjaman Bank Dunia tetapi merupakan hibah pemerintah pusat kepada daerah itu, digunakan untuk infra struktur, sosial dan ekonomi 74,1 persen atau Rp47,1 miliar, bantuan modal usaha keluarga miskin 6,4 persen atau Rp3,807 miliar, pendidikan dan pelatihan 16 persen atau Rp10,1 miliar, kesehatan 3 persen atau Rp1,7 miliar.
Adapun pembangunan infrastruktur hingga Rp47,1 miliar tersebut, berupa jalan dan jembatan sepanjang 433,552 kilometer, rabat jalan lingkungan 46,193 kilometer, irigasi 82,156 kilometer, air bersih 120.764 meter, 121 unit posyandu, 12 unit gedung sekolah, 617 unit MCK, dan 249 unit sarana lain.(supriyantho khafid)


