MATARAM - Seorang operator excavator Abdul Majid, 40 tahun, asal Sulawesi Selatan, ditemukan tewas setelah 38 jam dalam pencarian di dalam kolam lubang tambang Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (16/10) dini hari pukul 02.25 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Ia semula dilaporkan hilang akibat kendaraan alat beratnya tersebut tergelincir dari ketinggian sekitar lima meter, Sabtu (14/10) siang pukul 12.20 Wita.
Menurut Manajer Humas PT NNT Kasan Mulyono, saat kecelakaan terjadi, almarhum sedang mengoperasikan excavator untuk memperbaiki jalan akses untuk peralatan pengawairan (pengurasan/de watering) tambang. ”Di dekat ujung tanggul, excavator tergelincir turun sekitar lima meter ke dalam air,” ujarnya.
Dokter memeriksa korban dan menyatakan korban telah meninggal dunia, dan polisi mengizinkan jenazah korban diserahkan kepada keluarga. Inspektur tambang dari Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, petugas polisi setempat, serta PT NNT terus melanjutkan penyelidikan.
Dikatakan Kasan Mulyono, bahwa tim tanggap darurat PT NNT melakukan operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan semua sumberdaya yang ada termasuk penyelam profesional. Pencarian awal oleh para penyelam pada Sabtu sore berhasil menemukan excavator dengan kabin tertutup dan tidak rusak, namun tidak menemukan karyawan yang dicari.
”Kami sangat berduka atas terjadinya kecelakaan ini. Kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,””kata Kasan Mulyono. Abdul Majid, yang meninggalkan seorang isteri dan seorang anak, telah lima tahun bekerja di pelbagai kontraktor di proyek Batu Hijau. Ia karyawan penyedia tenaga kerja PT Inamco yang ditempatkan sebagai operator alat berat milik Trakindo.(supriyantho khafid)


