Lombok Sumbawa Online
Google
 
Sunday, 15 October 2006 • DAERAH

MATARAM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram melakukan razia rumah makan siap saji MC Donald dan Kentucky Fried Chicken, Jum’at (13/10) pagi. Kedua rumah makan waralaba tersebut didatangi Satpol PP setelah dinilai hanya berani menindak warung yang kecil. 

Pertama, sekitar pukul 09.30, sembilan orang anggota Satpol PP yang dipimpin Kepala Seksi Operasional Mariki mendatangi MC Donald di kawasan Mal Mataram. Lokasinya terletak di bagian depan. Walaupun pintu besi di bagian depan terbuka sedikit. Tetapi di dalamnya terdapat beberapa orang pembelinya. Namun, mereka tidak dipergoki sedang makan. Hanya anak-anak mereka yang berusia di bawah lima tahun yang disuapi orang tuanya.

Demikian pula ketika menuju Kentucky Fried Chicken  (KFC), di sisi timur Mal Mataram tersebut, tidak seorang pun pembeli yang ada di sana. Sebelumnya, Satpol PP sudah mendapati KFC melayani pembeli. ”Kami mendapat pertanyaan anggota dewan, kenapa kok yang kecil-kecil ditindak,” ujarnya sewaktu bertemu staf Mc Donald Mataram Naba.

Menurut Mariki, yang diizinkan oleh Pemerintah Kota Mataram boleh buka adalah yang berada di lingkungan masyarakat non muslim. Sedangkan rumah makan saji tersebut tidak dizinkan karena berada di kompleks pertokoan. ”Kalau melayani pengantaran boleh. Tidak untuk makan di tempat,” katanya. Tindakan Sat Pol PP tersebut disebut oleh Mariki sebagai bentuk kepedulian terhadap toleransi selama bulan puasa.

Dari rumah makan waralaba, Satpol PP kemudian menuju kompleks warung makan di pinggir jalan Bung Karno. Ternyata, dari depan luar kesemua warungnya kosong tidak berisi jualan dan pembeli. Tetapi sewaktu rombongan Sat Pol PP memasuki gang ke arah belakang ternyata ada di halaman tengah masih ada warung-warung yang buka dan belasan orang sedang makan - diantaranya dua orang anggota polisi yang tidak ditindak. Namun, sebagian besar yang sedang sarapan pagi tersebut mengaku non muslim.

Ini tindakan razia yang kesekian kalinya dilakukan selama bulan puasa. Sebelumnya telah pula dilakukan razia terhadap warung nasi. Sudah 16 rumah makan dan 12 warung nasi yang dipergoki buka di pagi hari pada bulan puasa. Rumah makan yang berizin akan dicabut sedangkan pemilik warung akan diberikan sanksi sosial melalui lingkungan masing-masing.

Kentucky Fried Chicken mengaku ketentuan yang diterimanya adalah yang non muslim bisa  buka dengan catatan ditutupi tirai kain di dinding kacanya. Ia pun mempertanyakan komunitas lokasi KFC di Mal Mataram tersebut. ”Katanya kami boleh buka,” ucap Wayan Kembar - Asisten Manajer KFC Mataram menyebut pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari kantor Walikota Mataram, boleh melayani penjualan asal tidak di tempat.

Para pelanggan dan pemilik warung di Jalan Bung Karno tersebut mengeluh. Seorang supir kendaraan pribadi, Wayan Masnia makan pagi di situ, karena satu-satunya warung yang masih bisa ditemui untuk sarapan. ”Di rumah tidak sempat makan karena belum ada yang dimasak,” katanya.

Sedangkan pemilik warung Imanudin dan istrinya Suhainah menyatakan kesulitannya. Ia yang sehari bisa menjual 70-100 bungkus nasi seharga Rp2 ribu perbungkusnya, hanya memperoleh untung Rp300 per bungkus. Ia memerlukan nafkah untuk menyukupi kebutuhan hidupnya bersama empat orang anak. Sewa tanah warung ini Rp100 ribu sebulan. Adapun tagihan hutang yang harus dibayar setiap harinya Rp12.500. ”Kalau saja pemerintah memberikan uang gantinya nafkah, ya enak,” ucap Suhainah.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» PELANTIKAN GUBERNUR NTB DITUNDA
08/28/2008 06:16 pm | 2 Comments
» MENDAKI RINJANI YANG CANTIK
08/28/2008 10:45 am | 1 Comment
» INDUSTRI AGRO DI PULAU SUMBAWA
08/28/2008 10:42 am | 3 Comments
» ABDUL MALIK JADI SEKDA NTB
08/27/2008 10:32 am | 4 Comments
» KPUD NTB KAWATIR JADWAL PELANTIKAN GUBERNUR NTB TERPILIH TERGANGGU
08/27/2008 04:29 am | 3 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge