MATARAM - Selama bulan puasa, pegawai negeri sipil (PNS) tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mangkir tidak bekerja semestinya mencapai 20 persen. Gubernur NTB Lalu Serinata juga mendapati mereka berpakaian dinas berkeliaran di pasar tanpa malu. Bahkan ada yang tertangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sedang makan di warung pada pagi hari. Senin (9/10) lalu pejabat kepegawaian Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTB sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor dan meminta para pejabat atasannya mengambil tindakan hukuman.
Gubernur NTB Lalu Serinata mengemukakannya dalam keterangan pers, seusai buka puasa bersama wartawan, di pendopo, Rabu (11/10) malam. ”Padahal PNS diharapkan menjadi panutan masyarakat,” ujarnya kecewa. Karena itu ia mendukung tugas Satpol PP sebagai shock teraphy agar atasan melakukan pembinaan.
Serinata yang pensiunan PNS di Pemprop NTB juga mengatakan PNS terlalu banyak kebutuhannya sehingga terlalu banyak yang dikerjakan di luar pekerjaan kantor. Menurutnya, Pemprop NTB tidak menyediakan anggaran tunjangan hari raya bukan karena tidak peduli terhadap PNS. Namun dana APBDnya untuk hajat hidup orang banyak. Apalagi PNS sudah menerima gaji ke-13.Untuk lebaran, THR diserahkan kebijakan masing-masing instansinya.
Diingingatkan pula bahwa para PNS agar tidak seenaknya bekerja menjelang dan selepas lebaran. Agar dapat memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. ”Waktu libur lebaran sudah panjang. Jangan buat peraturan libur sendiri,” katanya.
Kepala Biro Kepegawaian Pemprop NTB Nasibun mengemukakan perintah adanya tindakan untuk mengatasi ketidak disiplinan para PNS tersebut telah dilakukan rapat kordinasi penegakan disiplin.Mereka yang mangkir dari pekerjaaannya diminta dikenai ketentuan Peraturan Peraturan Nomor 30 tentang disiplin pegawai dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 tentang pemberhentiannya.”Selama ini banyak kasus yang diendapkan pimpinan yang kasihan,” ujarnya. (supriyantho khafid)


